Daerah

DLH Kota Malang dan Pertamina Perkuat Bank Sampah, Bantuan Rp100 Juta Diarahkan untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi Daur Ulang

20
×

DLH Kota Malang dan Pertamina Perkuat Bank Sampah, Bantuan Rp100 Juta Diarahkan untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi Daur Ulang

Share this article
DLH Kota Malang dan Pertamina Perkuat Bank Sampah, Bantuan Rp100 Juta Diarahkan untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi Daur Ulang
Perwakilan Pemerintah Kota Malang bersama PT Pertamina Patra Niaga menunjukkan dokumen nota kesepakatan usai penandatanganan kerja sama di Mini Block Office Malang, Rabu (17/6/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Malang terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menerima dukungan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) dari PT Pertamina Patra Niaga berupa bantuan senilai Rp100 Juta yang akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bank sampah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran, M., menjelaskan bahwa bantuan tersebut menjadi bagian dari sinergi dalam memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus menghidupkan kembali bank-bank sampah yang selama ini tidak aktif.

“Dulu istilahnya CSR, sekarang menjadi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau TSP. Kami berterima kasih kepada Pertamina yang terus memberikan perhatian terhadap upaya pelestarian lingkungan di Kota Malang,” ujarnya.

Menurut Gamaliel, pada awalnya sebagian proposal bantuan memang dirancang untuk mendukung operasional bank sampah. Namun, setelah dilakukan kajian, kebutuhan yang dinilai lebih mendesak adalah penyediaan mesin pencacah plastik agar sampah yang terkumpul memiliki nilai jual lebih tinggi setelah diolah.

Ia mengungkapkan bahwa keberadaan bank sampah menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan lingkungan, termasuk dalam evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Berdasarkan data DLH, Kota Malang memiliki sekitar 523 bank sampah, tetapi hasil verifikasi di lapangan menunjukkan hanya sekitar 230 yang benar-benar beroperasi secara aktif.

“Atas dasar itu kami melakukan upaya pembangkitan kembali. Saat ini jumlah bank sampah yang sudah aktif meningkat menjadi sekitar 400 unit. Ini menunjukkan adanya kemajuan, meski masih perlu terus diperkuat agar seluruhnya dapat berfungsi optimal,” jelasnya.

Mesin pencacah plastik yang direncanakan dibeli dari bantuan TSP tersebut nantinya akan ditempatkan di Bank Sampah Induk Kota Malang. Seluruh bank sampah di berbagai kelurahan dapat menyetorkan botol maupun limbah plastik ke lokasi tersebut untuk diproses menjadi bahan baku daur ulang yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan jika dijual dalam kondisi mentah.

Menurut Gamaliel, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pengelola bank sampah sekaligus mendorong masyarakat semakin aktif memilah sampah dari rumah tangga. Dengan pengolahan yang lebih baik, sampah plastik tidak hanya mengurangi beban tempat pemrosesan akhir, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi sirkular bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan Pertamina selama ini tidak hanya berbentuk bantuan dana. Melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan, Pertamina telah berkontribusi dalam kegiatan pelestarian lingkungan di tingkat sekolah, kelurahan, hingga komunitas RT dan RW di Kota Malang.

Sementara itu, Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Malang, Doly Pratama Yudha, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung berbagai program yang memberikan dampak positif bagi lingkungan di wilayah operasional perusahaan.

“Kami dari Pertamina mendukung Kota Malang karena memang berada di wilayah operasional kami. Bersama Dinas Lingkungan Hidup, kami ingin bersinergi menjaga lingkungan agar menjadi lebih baik. Tahun ini perhatian kami juga tertuju pada upaya menjaga iklim dan kelestarian ekosistem melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kolaborasi antara DLH Kota Malang dan PT Pertamina Patra Niaga diharapkan menjadi penguat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Di sisi lain, keberhasilan program ini juga akan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya dan menjaga keberlangsungan operasional bank sampah di lingkungan masing-masing.

Dengan meningkatnya jumlah bank sampah yang aktif dan dukungan sarana pengolahan yang memadai, Pemerintah Kota Malang berharap pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan kota, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi melalui proses daur ulang yang lebih modern dan terintegrasi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *