Daerah

Perang Melawan Hoaks Dimulai dari Literasi Digital, Pemkot Malang Gembleng 207 Pengelola Medsos

27
×

Perang Melawan Hoaks Dimulai dari Literasi Digital, Pemkot Malang Gembleng 207 Pengelola Medsos

Share this article
Perang Melawan Hoaks Dimulai dari Literasi Digital, Pemkot Malang Gembleng 207 Pengelola Medsos
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi jajaran pejabat Pemkot Malang saat membuka Pelatihan Pengelola Media Sosial di Hall A MBO Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idPemerintah Kota (Pemkot) Malang terus memperkuat benteng masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Salah satunya melalui Pelatihan Pengelola Media Sosial yang digelar, Rabu (3/6/2026), di Hall A MBO Kota Malang lantai 4 dan diikuti sebanyak 207 peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan yang merupakan usulan pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Malang tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Malang meningkatkan literasi digital sekaligus memerangi penyebaran hoaks yang kian marak di media sosial.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa media sosial kini telah menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat. Namun, kemudahan akses tersebut juga menghadirkan tantangan berupa banyaknya informasi yang belum tentu benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Media sosial saat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, kemampuan memahami dan menyaring informasi menjadi sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong maupun informasi yang menyesatkan,” ujar Wahyu saat membuka kegiatan.

Menurutnya, pengguna media sosial harus memiliki kemampuan untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Sebab, penyebaran informasi yang tidak benar dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kesalahpahaman hingga keresahan di tengah masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya etika dalam bermedia sosial. Informasi yang dipublikasikan harus memiliki dasar yang jelas, sumber yang dapat dipercaya, serta disampaikan secara bertanggung jawab.

“Jangan sampai media sosial justru menjadi sarana penyebaran informasi yang tidak benar. Kita harus membangun budaya digital yang sehat dengan mengedepankan fakta, etika, dan tanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah dijalankan pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Menurutnya, Diskominfo selama ini secara aktif menggelar berbagai pelatihan literasi digital, termasuk pendampingan penggunaan media sosial di lingkungan sekolah.

“Kami terus menjalankan berbagai program literasi digital. Salah satu yang saat ini cukup intens dilakukan adalah pendampingan kepada siswa-siswi sekolah agar mereka memahami penggunaan media sosial secara positif, produktif, dan bertanggung jawab,” jelas Widianto.

Ia mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Dari total 207 peserta, sebanyak 105 peserta mengikuti sesi pertama, sedangkan 102 peserta lainnya mengikuti sesi kedua.

“Sesi pertama merupakan peserta yang berasal dari usulan Pokir sejumlah anggota DPRD Kota Malang. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap literasi digital semakin besar,” katanya.

Selain membahas teknik pengelolaan media sosial, peserta juga mendapatkan materi mengenai etika digital, pembuatan konten yang informatif, strategi komunikasi publik, hingga cara mengenali dan menangkal informasi palsu yang beredar di ruang digital.

Melalui pelatihan ini, Pemkot Malang berharap masyarakat tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga mampu menjadi agen penyebar informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Di tengah derasnya banjir informasi yang sulit dibendung, literasi digital dinilai menjadi senjata utama untuk melawan hoaks sekaligus menjaga ruang digital tetap sehat, aman, dan produktif bagi seluruh masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *