Daerah

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Wali Kota Malang Tekankan Toleransi sebagai Pilar Persatuan

22
×

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Wali Kota Malang Tekankan Toleransi sebagai Pilar Persatuan

Share this article
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Wali Kota Malang Tekankan Toleransi sebagai Pilar Persatuan
Suasana Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di halaman Balai Kota Malang yang diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai unsur.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idPemerintah Kota Malang menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Balai Kota Malang, Senin (1/6/2026).

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti sekitar 400 peserta dari unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Komandan Upacara dijabat Mayor Inf Saeroji, Pasi Waslator Waslat Baglat Rindam V/Brawijaya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, camat, lurah, serta berbagai elemen masyarakat.

Sejak pagi, suasana di halaman Balai Kota Malang tampak penuh semangat kebangsaan. Barisan peserta upacara terdiri dari satuan TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polresta Malang Kota, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Korpri, Pramuka, pelajar SMA, mahasiswa, Paskibraka, hingga paduan suara yang ikut menyukseskan jalannya upacara.

Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang dibacakan oleh Wali Kota Malang, ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan hanya menjadi peringatan seremonial tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa tema yang diusung tahun ini memiliki makna strategis di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Menurutnya, Pancasila telah terbukti menjadi fondasi yang menjaga keutuhan bangsa Indonesia sekaligus menjadi nilai universal yang dapat mendorong terciptanya perdamaian dunia.

“Pancasila adalah bintang penuntun bangsa Indonesia. Di tengah berbagai tantangan dan perubahan zaman, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan sebagai pedoman dalam menjaga persatuan, gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial,” ujar Wahyu.

Ia menilai, Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa dapat tetap berdiri kokoh karena menjadikan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai tersebut.

Dalam amanatnya, Wahyu juga menekankan pentingnya toleransi sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, toleransi bukan sekadar sikap menghormati perbedaan, tetapi juga bentuk komitmen bersama untuk menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

“Persatuan bangsa tidak akan terwujud tanpa adanya toleransi. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus terus memperkuat sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa berbagai bentuk intoleransi, radikalisme, ujaran kebencian, dan tindakan yang berpotensi memecah belah bangsa harus ditolak bersama. Menurutnya, ancaman terhadap persatuan tidak selalu datang dari luar, tetapi juga bisa muncul dari sikap yang mengabaikan nilai-nilai kebangsaan.

Sebagai kepala daerah, Wahyu juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah. Seluruh program pembangunan, menurutnya, harus mampu menghadirkan keadilan sosial, memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

“Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan publik. Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Pesan khusus juga disampaikan kepada generasi muda Kota Malang. Wahyu mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk menjadi penjaga nilai-nilai Pancasila di era digital yang penuh tantangan. Ia berharap generasi muda tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai Pancasila hanya menjadi hafalan atau tulisan di dinding. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam tindakan nyata, baik di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, maupun masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian upacara berlangsung tertib mulai dari penghormatan pasukan, laporan komandan upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, amanat BPIP, hingga doa bersama.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *