Pendidikan

Ruang Kelas Tak Layak Pakai, Siswa SD di Jember Terpaksa Belajar Nomaden

3
×

Ruang Kelas Tak Layak Pakai, Siswa SD di Jember Terpaksa Belajar Nomaden

Share this article
Ruang Kelas Tak Layak Pakai, Siswa SD di Jember Terpaksa Belajar Nomaden
Dari Kiri, Yoga (tukang kebun), Ahmad (operator sekolah) menunjukkan kepada wartawan sudutkota.id ruang kelas yang rusak parah.(foto:sudutkota.id/adr)

Sudutkota.id – Kondisi memprihatinkan terjadi di SDN Dukuh Mencek 1 Jember yang berada di Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

Sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah hingga ambruk, membuat para siswa harus berpindah-pindah tempat demi tetap bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Akibat kondisi bangunan yang tak lagi layak digunakan, siswa kini terpaksa belajar secara “nomaden” dengan memanfaatkan berbagai ruangan yang masih memungkinkan dipakai. Mulai dari mushola, ruang perpustakaan, hingga ruang kepala sekolah digunakan sebagai tempat sementara kegiatan belajar mengajar.

Kepala SDN Dukuh Mencek 1 Jember, Siti Yulaika menjelaskan kondisi sekolah makin parah setelah terjadi ambruk susulan bangunan sekolah terjadi pada Minggu malam (10/5/2026) lalu.

“Gedung yang ambruk susulan terjadi pada hari Minggu malam. Untuk bangunan yang rusak itu terjadi kurang lebih pada awal tahun 2021,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Menurut Siti Yulaika, pihak sekolah sebenarnya sudah berkali-kali mengajukan bantuan perbaikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada dinas terkait. Namun hingga kini bantuan tersebut belum juga terealisasi.

“Itu pun saya sudah mengajukan bantuan berkali-kali, bantuan DAK ke dinas, tapi kemungkinan masih belum rezeki, jadi selalu belum dapat,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat dua ruang kelas dengan kondisi rusak berat dan tiga ruang lainnya mengalami kerusakan ringan. Kondisi tersebut membuat sekolah kesulitan membagi jadwal belajar siswa.

“Kalau dibuat masuk pagi dan siang, wali murid banyak yang keberatan. Jadi solusi sementara murid-murid kami numpang tempat,” katanya.

Sebagian siswa kini belajar di mushola desa, sementara lainnya memanfaatkan ruang perpustakaan hingga ruangan kepala sekolah agar kegiatan belajar tetap berjalan.

“Terkadang juga murid kami masukkan di ruang mushola, ruang perpustakaan, hingga ruangan saya sendiri ini,” ungkapnya.

Siti Yulaika juga menyebut sekolahnya kini masuk dalam program revitalisasi sekolah yang menjadi program pemerintah pusat di era Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Terkait yang sekarang itu kami mendapatkan bantuan dari Presiden Prabowo langsung, di mana bantuan tersebut berbentuk revitalisasi. Program revitalisasi tersebut mulai dari tahun 2025 hingga insya Allah nanti tahun 2029,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah hingga pemerintah pusat dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi sekolahnya, mengingat jumlah siswa di SDN Dukuh Mencek 1 cukup banyak.

“Saya mohon terutama kepada Gus E (sapaan akrab Bupati Jember, Muhammad Fawait) dan Kepala Dinas Pendidikan, semoga dengan adanya kerusakan parah di lembaga kami ini segera mendapat perhatian,” ujarnya.

Pihak sekolah berharap program revitalisasi dapat segera terealisasi agar para siswa tidak lagi harus berpindah-pindah ruangan untuk belajar.

Sementara itu, pada Selasa (12/5/2026), wartawan Sudutkota.id juga melakukan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Wartawan ditemui oleh Kasi Kurikulum dan Pelayanan SD Dinas Pendidikan Jember, M. Irfan Zainul Amin.

Ia menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Penentuan sekolah penerima bantuan dilakukan berdasarkan data Dapodik dan tingkat kerusakan masing-masing sekolah.

“Kalau dari data Dapodik milik SDN Dukuh Mencek 1 itu kondisinya adalah tiga ruang baik, satu ruang rusak sedang, dan tiga ruang rusak berat,” jelasnya.

Menurutnya, SDN Dukuh Mencek 1 juga telah masuk dalam daftar usulan revitalisasi tahun 2026. Namun terkait waktu realisasi, pihak Dinas Pendidikan masih menunggu keputusan dari kementerian.

“Kami dari Dinas Pendidikan akan tetap mengupayakan, dan ini sudah masuk di list revitalisasi tahun 2026. Apakah terpanggil kapan, kami juga menunggu dari kementerian, karena bukan kami yang memutuskan,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *