Sudutkota.id – Alun-Alun Jember kini tak hanya menjadi ruang publik untuk bersantai maupun berkumpul bersama keluarga.
Dalam beberapa waktu terakhir, kawasan tersebut mulai menunjukkan geliat baru sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif berbasis digital, khususnya melalui siaran langsung atau live streaming di aplikasi TikTok.
Fenomena ini mulai terlihat dengan hadirnya sejumlah kreator konten yang rutin melakukan live streaming di area Alun-Alun Jember.
Aktivitas tersebut perlahan menarik perhatian masyarakat hingga mendapat apresiasi langsung dari Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait
Beberapa hari lalu, Gus Fawait terlihat menyapa salah satu kreator live streaming bernama Mike, pemilik akun TikTok @mikeerm7, yang rutin melakukan siaran langsung di Alun-Alun Jember.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait memberikan dukungan kepada para anak muda yang ingin berkembang melalui dunia digital.
“Sama seperti saya dahulu, anak muda itu tidak pernah tidak yakin terhadap apa yang sudah diyakini,” ujar Gus Fawait kepada Mike.
Ia juga menegaskan bahwa para kreator dipersilakan memanfaatkan ruang publik tersebut untuk berkarya.
“Kalau teman-teman mau live di alun-alun sini tidak apa-apa juga, tidak mungkin diusir sama Satpol PP,” tambahnya.
Pernyataan tersebut rupanya menjadi salah satu alasan mulai bertambahnya kreator live streaming di Alun-Alun Jember. Kini, live streamer di kawasan tersebut mulai bermunculan.
Salah satunya adalah Zacky, pemilik akun TikTok @zackyrx_, yang mengaku mulai mengikuti jejak Mike dengan rutin melakukan live streaming selama empat hari terakhir.
Saat ditemui wartawan Sudutkota.id pada, Sabtu malam (9/5/2026), Zacky mengaku tertarik melakukan live streaming di Alun-Alun Jember karena suasananya yang dinilai nyaman dan ramai pengunjung.
“Alun-alun terbaik di Jawa Timur saat ini ya Alun-Alun Jember,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat Jember, khususnya anak muda, untuk tidak ragu mencoba live streaming di ruang publik tersebut.
Meski demikian, Zacky mengaku dunia live streaming outdoor memiliki tantangan tersendiri dibandingkan siaran di dalam ruangan.
“Karena saya masih baru mengawali live streaming di sini, jadi penonton saya masih sedikit, otomatis pendapatan dari gift penonton juga masih sedikit. Memang beda live streaming karaoke indoor dengan outdoor. Walaupun alat lengkap, kita juga harus menyiapkan mental,” ungkapnya saat ditemui wartawan Sudutkota.id.
Sementara itu, Mike mengaku senang karena kini dirinya tidak lagi sendirian melakukan live streaming di Alun-Alun Jember.
“Kalau bisa lebih banyak lagi boleh, karena rezeki sudah diatur dan saya tidak merasa tersaingi,” ucap Mike saat diwawancarai wartawan Sudutkota.id.
Menurutnya, semakin banyak kreator yang melakukan live streaming di Alun-Alun Jember, maka semakin besar pula dampak promosi yang diberikan untuk Kabupaten Jember.
“Kalau tambah banyak teman-teman kreator yang live seperti ini, otomatis mereka ikut mempromosikan Jember juga,” tambahnya.
Bahkan, menurut Mike, promosi tersebut tidak hanya menjangkau tingkat nasional, tetapi juga internasional karena siaran live streaming dapat ditonton oleh pengguna dari berbagai negara.
Ia pun kembali mengajak masyarakat Jember yang tertarik untuk mencoba live streaming agar tidak takut memulai.
Fenomena munculnya kreator live streaming di ruang publik ini menjadi gambaran bagaimana perkembangan teknologi digital mulai membuka peluang ekonomi baru di tengah masyarakat.
Alun-Alun Jember pun perlahan tidak hanya menjadi pusat keramaian warga, tetapi juga ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif berbasis media sosial.




















