Nasional

Kejurcab Domino ORADO 2026 Resmi Dibuka, Baihaqi Turun Langsung Bertanding Bareng Anggota DPRD

10
×

Kejurcab Domino ORADO 2026 Resmi Dibuka, Baihaqi Turun Langsung Bertanding Bareng Anggota DPRD

Share this article
Kadisporapar Kota Malang Baihaqi bersama anggota DPRD Kota Malang Amitya Ratnanggani Siraduhita saat mengikuti pertandingan domino dalam pembukaan Kejurcab ORADO 2026. (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Domino ORADO Kota Malang Tahun 2026 resmi digelar dengan semangat membangun olahraga baru yang inklusif dan berprestasi. Tak sekadar seremoni, pembukaan kejuaraan ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme, bahkan diwarnai aksi langsung para pejabat yang ikut turun bertanding.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menegaskan bahwa Kejurcab ORADO ini menjadi momentum awal dalam membangun fondasi olahraga domino di Kota Malang.

“Ini bukan hanya kompetisi, tetapi langkah awal membangun ekosistem olahraga domino dari tingkat bawah hingga melahirkan atlet berprestasi,” ujar Baihaqi
.
Dalam momen pembukaan, suasana semakin menarik ketika Baihaqi tampak ikut bermain domino bersama anggota DPRD Kota Malang, Amitya Ratnanggani Siraduhita. Aksi tersebut menjadi simbol dukungan penuh dari pemerintah dan legislatif terhadap pengembangan olahraga domino di Kota Malang.

Kehadiran para pejabat yang ikut terlibat langsung di arena pertandingan juga memberikan semangat tersendiri bagi para peserta. Selain itu, hal ini menunjukkan bahwa domino bukan sekadar permainan biasa, melainkan memiliki potensi besar sebagai olahraga prestasi.

Baihaqi menjelaskan, ke depan pihaknya akan mendorong agar ORADO dapat masuk sebagai cabang olahraga resmi di bawah naungan KONI Kota Malang. Dengan begitu, pembinaan atlet bisa dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.

“Kami ingin dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Ini bagian dari upaya membawa nama baik Kota Malang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai olahraga domino memiliki keunggulan karena mudah diakses oleh semua kalangan. Selain tidak membutuhkan biaya besar, domino juga melatih strategi, konsentrasi, serta membangun interaksi sosial yang positif.

Tak hanya menyasar peserta umum, ke depan pembinaan juga akan difokuskan pada usia dini. Hal ini bertujuan untuk menciptakan regenerasi atlet sejak awal sekaligus mengubah stigma negatif yang kerap melekat pada permainan domino.

“Ini soal mindset. Kalau dikelola dengan baik, domino bisa jadi olahraga yang positif dan membangun. Kita arahkan generasi muda ke kegiatan yang produktif,” tambahnya.

Kejurcab ORADO 2026 ini pun mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak dan diharapkan menjadi titik awal terbentuknya ekosistem domino yang kuat di Kota Malang.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, DPRD, serta masyarakat, Kota Malang optimistis mampu melahirkan cabang olahraga baru yang tak hanya digemari, tetapi juga berprestasi di berbagai level kompetisi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *