Sudutkota.id – Program andalan Bupati Jember, Muhammad Fawait dalam layanan administrasi kependudukan melalui program Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan), terus ditindaklanjuti oleh Dispendukcapil Pemkab Jember.
Bahkan kini, sesuai arahan Bupati Fawait, Dispendukcapil lagi gencar-gencarnya tiap hari melakukan layanan on the spot jemput bola menyasar KTP pemula yang sudah berusia 17 tahun, tetapi belum melakukan perekaman E-KTP.
“Untuk pelayanan, Dispendukcapil tidak hanya melayani di kantor Dispendukcapil ataupun kecamatan. Tiap hari, tim Dispendukcapil maupun kecamatan melakukan pelayanan on the spot jemput bola melayani perekaman e-KTP bagi pemula di tingkat SMA dan pondok pesantren,” ujar Bambang Sapoutro, Kepala Dispendukcapil Jember, Rabu, (25/3/2026).
Bambang menjelaskan, jumlah warga usia 17 tahun yang belum melakukan perekaman e-KTP diperkirakan sebanyak 16 ribu orang. Ini dihitung dari jumlah penduduk Jember sekitar 2 juta 600 ribu orang dan warga wajib punya e-KTp sebanyak 2 juta 30 ribu orang.
“Jadi warga usia 17 tahun yang belum perekaman e-KTP tinggal sedikit lagi,” ujarnya.
Masih menurut Bambang Saputro, layanan jemput bola ini juga dilakukan untuk warga yang sedang sakit di rumah sakit maupun di lingkungan perkampungan.
“Mereka tidak perlu datang ke kantor Dispendukcapil. Tapi kami jemput bola datang ke rumah sakit atau kediaman pasien. Ini juga kita lakukan untuk lansia telantar dan penyandang disabilitas,” tegasnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan program Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan) sejak Senin, 5 Januari 2026.
“Sekarang pembuatan KTP bisa dilakukan di kantor kecamatan,” terang Bupati Jember Muhammad Fawait saat peluncuran.
Jika sebelumnya pencetakan e-KTP hanya bisa dilakukan di sembilan titik pelayanan, kini bisa dilakukan di 28 kecamatan. Khusus untuk 3 kecamatan kota, pencetakan berpusat di Kantor Dispendukcapil Jember.
“Sekarang pembuatan KTP bisa dilakukan di kantor kecamatan. Termasuk blanko KTP yang sebelumnya terbatas, insya Allah akan kami penuhi, sehingga masyarakat semakin mudah mendapatkan KTP,” ujar Bupati Fawait.
Hal ini juga diakui oleh Kadispendukcapil Bambang Saputro. Dijelaskan, sejak inovasi Peta Cinta diluncurkan Bupati Jember Muhammad Fawait 5 Januari 2026 lalu, makin banyak masyarakat yang terlayani pengurusan e-KTP.
“Berkat dukungan dari Bupati Jember, kendala-kendala selama ini yang dialami Dispendukcapil sudah diselesaikan,” ujarnya.
Bambang Saputro menjelaskan, sebelum ada inovasi Program Peta Cinta, pihaknya mengalami tiga kendala. Pertama menyangkut pegawai Dispendukcapil yang hanya ada di delapan kecamatan selain di Dispendukcapil.
Kendala kedua menyangkut peralatan perekaman dan pencetakan KTP yang hanya ada di 8 kecamatan dan Dispendukcapil. Kendala ketiga, kata Bambang, adalah kendala klasik yang dialami juga oleh kabupaten lain.
“Yakni soal keterbatasan blangko elektronik yang diperoleh dari pemerintah pusat. Alhamdulillah, berkat Bupati Jember, tiga kendala tersebut sudah bisa diatasi semuanya. Kami didukung penuh bapak bupati,” tegasnya.
Terkait pegawai, Bupati Fawait juga telah menyiapkan di tiap kecamatan dua pegawai dispendukcapil yang melayani langsung masyarakat.
“Di tiap kecamatan ada dua pegawai dispenduk dan peralatan KTP juga disiapkan di semua kecamatan. Khusus tiga kecamatan kota dilayani di kantor Dispendukcapil,” ungkapnya.
Begitu juga terkait keterbatasan blangko, Bupati Fawait juga telah memberikan dukungan anggaran untuk hibah uang ke pemerintah pusat untuk pengadaan blangko KTP elektronik sebanyak 68 ribu blangko e-KTP.
“Masyarakat Jember sekarang silahkan cetak KTP bisa di kecamatan tidak perlu datang ke kantor Dispendukcapil. Khusus tiga kecamatan kota pencetakan di kantor Dispendukcapil,” ungkapnya.
Bambang menambahkan, inovasi Peta Cinta bukan hanya untuk urusan cetak KTP, tetapi juga untuk pengurusan dokumen kependudukan lainnya juga bisa dilakukan di kecamatan.
“Misalnya pengurusan KIA, akte kematian, kartu keluarga, akte kelahiran, serta akte kependudukan lainnya. Ingat semuanya gratis tidak usah bayar,” tegasnya.
Berkat inovasi Peta Cinta, kata Bambang, sudah banyak warga terlayani dengan baik. Ini dibuktikan, jika awal-awal setiap hari Dispendukcapil dan kecamatan melayani sekitar 1.500 sampai 2.000 e-KTP, kini per tanggal 25 Maret 2026, rata-rata warga yang mengurus e-KTP kisaran 700-1.000 orang saja.
“Ini menunjukkan sudah banyak warga yang terlayani,” ujarnya.





















