Daerah

Tepati Janji, Bupati Fawait Telah Cairkan 20.699 Honor Guru Ngaji Sebelum Lebaran

18
×

Tepati Janji, Bupati Fawait Telah Cairkan 20.699 Honor Guru Ngaji Sebelum Lebaran

Share this article
Tepati Janji, Bupati Fawait Telah Cairkan 20.699 Honor Guru Ngaji Sebelum Lebaran
Bupati Jember, Muhammad Fawait (kanan) didampingi Kepala Bagian Kesra, Nurul Hafid Yasin saat penyampaian honor guru ngaji paling lambat sebelum lebaran.(foto:sudutkota.id/wnp)

Sudutkota.id – Sesuai janji, Bupati Jember, Muhammad Fawait telah mencairkan sedikitnya 20.669 honor guru ngaji sebelum lebaran.

Ini berdasarkan data Senin, 16 Maret 2026 yang dilansir Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember Nurul Hafid Yasin di sela-sela sela sahur bersama Bupati Fawait bersama awak media di aula Pemkab Jember, Selasa (17/3/2026).

“Honor guru ngaji tersebut telah diterima dan dibagikan di wilayah masing-masing,” ujar Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember Nurul Hafid Yasin. Tiap guru ngaji mendapatkan insentif honor sebesar Rp 1,5 Juta.

Hafid menambahkan, penyaluran guru ngaji ini dipercepat sesuai arahan Bupati Fawait harus sudah diberikan sebelum lebaran. Dijelaskan, ada beberapa guru ngaji belum bisa diserahkan honornya karena ada beberapa kendala dan kesesuaian dengan NIK KTP.

“Kita juga masih proses pengajuan SPP SPM hari Selasa, 17 Maret 2026 sebanyak 692 penerima,” ujarnya.

“Sehingga total yang sudah dicairkan sebanyak 20.699 orang dengan penyerapan anggaran sebesar Rp 31.048.500.000,” tegasnya

Lebih jauh Hafid menegaskan, masih ada data yang akan masuk SK tahap 3. Ini lantaran (Nomor Induk Kependudukan (NIK) Invalid, NIK bermasalah, dan data baru masuk ke bagian kesra,” ujarnya. Terkait data NIK invalid dan bermasalah sebanyak 352 orang.

Sedangkan data yang baru masuk ke Kesra dari Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger sebanyak 79 orang. “Sehingga total yang akan masuk SK Tahap 3 sebanyak 431 orang,” paparnya.

Masih menurut Hafid, pencairan honor guru ngaji kali ini semakin mudah karena diberikan sesuai lokasi terdekat guru ngaji, baik diserahkan di desa maupun kelurahan setempat. Hal tersebut sesuai arahan Bupati Jember Muhammad Fawait.

Sebelumnya, Bupati Fawait memang menegaskan dan berjanji honor guru ngaji sebelum lebaran harus sudah tersalurkan dan diterima para guru ngaji.

“Penyerahan honor guru ngaji harus secara terhormat, dipermudah dan didekatkan dengan lokasi tempat tinggal guru ngaji,” tegasnya.

Untuk guru ngaji yang belum terdata, segera diajukan untuk menerima honor guru ngaji pada tahap berikutnya. Sepanjang syarat dan ketentuan yang ada terpenuhi.

Tidak heran bila saat ramadhan, bagian Kesra ngebut mencairkan honor guru ngaji dengan turun ke lapangan, baik di tingkat desa hingga kelurahan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *