Daerah

Wali Kota Malang Berangkatkan 322 Peserta Mudik Gratis, Dishub Akui Rute Madura Masih Jadi Evaluasi

17
×

Wali Kota Malang Berangkatkan 322 Peserta Mudik Gratis, Dishub Akui Rute Madura Masih Jadi Evaluasi

Share this article
Wali Kota Malang Berangkatkan 322 Peserta Mudik Gratis, Dishub Akui Rute Madura Masih Jadi Evaluasi
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi jajaran Forkopimda dan pejabat Pemkot Malang secara simbolis memberangkatkan peserta program Mudik Gratis Pemerintah Kota Malang di halaman depan Balai Kota Malang, Selasa (17/3/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Suasana halaman depan Balai Kota Malang tampak semarak, Selasa (17/3/2026), saat Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat secara langsung memberikan pengarahan sekaligus memberangkatkan ratusan peserta dalam program Mudik Gratis Pemerintah Kota Malang.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Pemkot Malang dalam membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan tertib menjelang Hari Raya Idulfitri.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa program mudik gratis tidak hanya sekadar fasilitas transportasi bagi warga, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus membantu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan saat arus mudik Lebaran.

Ia berharap para peserta mudik dapat menikmati perjalanan dengan nyaman hingga sampai di kampung halaman masing-masing serta dapat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga dalam suasana penuh kebahagiaan.

“Program ini kita hadirkan agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman. Harapannya perjalanan lancar dan semuanya sampai tujuan dengan selamat sehingga bisa merayakan Lebaran bersama keluarga,” ujar Wahyu.

Ratusan peserta mudik yang telah terdaftar sebelumnya diberangkatkan menggunakan sejumlah armada bus menuju berbagai daerah di Jawa Timur. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi hari, dengan para pemudik yang membawa tas dan koper, bersiap meninggalkan Kota Malang untuk pulang ke kampung halaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa pada pelaksanaan mudik gratis tahun ini tercatat 322 peserta diberangkatkan menuju beberapa kota tujuan di Jawa Timur.

Menurutnya, sebagian besar rute tujuan bahkan terisi penuh oleh para pemudik. Tujuan Ponorogo dan Banyuwangi menjadi dua daerah dengan jumlah peminat paling tinggi. Bahkan dua jalur menuju Banyuwangi, yakni melalui Situbondo dan melalui Jember, seluruh kursinya terisi penuh.

“Paling banyak menuju Ponorogo dan Banyuwangi. Banyuwangi lewat Situbondo dan Banyuwangi lewat Jember itu penuh semuanya,” ungkap Widjaja.

Namun demikian, pihaknya mengakui masih ada sejumlah rute yang belum sepenuhnya terakomodasi secara maksimal, khususnya untuk wilayah Pulau Madura. Pada program mudik gratis tahun ini, armada bus yang disediakan hanya melayani hingga Kabupaten Sampang.

Kondisi tersebut membuat sebagian calon pemudik yang ingin menuju Pamekasan maupun Sumenep belum dapat terlayani secara langsung melalui program tersebut.

“Ini menjadi evaluasi kami nanti. Karena memang masih banyak peserta mudik yang tujuannya ke Pamekasan atau Sumenep yang belum bisa ter-cover. Bantuan yang diberikan kepada kami memang hanya sampai dengan Sampang,” jelasnya.

Widjaja menambahkan, ke depan pihaknya akan berupaya melakukan evaluasi dan koordinasi lebih lanjut agar rute mudik gratis dapat diperluas, termasuk menjangkau wilayah Madura bagian timur yang selama ini cukup banyak diminati warga.

“Mungkin tahun depan akan menjadi lebih banyak dan lebih baik lagi, termasuk kemungkinan penambahan rute yang lebih panjang,” tambahnya.

Terkait adanya beberapa kursi kosong di sejumlah bus, Widjaja menegaskan hal tersebut bukan disebabkan kurangnya peminat. Justru, kata dia, Dishub sengaja membatasi jumlah penumpang dalam setiap armada demi menjaga kenyamanan selama perjalanan jauh.

Ia menjelaskan bahwa satu unit bus sebenarnya memiliki kapasitas hingga 54 penumpang, namun dalam program mudik gratis ini jumlah tersebut tidak diisi penuh.

“Bus itu kapasitasnya 54 orang, tapi memang tidak kami penuhi semua. Tagline kita kan ‘Mudik Nyaman, Keluarga Bahagia’. Jadi kami sengaja membatasi agar tidak berdesakan, apalagi ada bayi dan anak kecil supaya lebih leluasa,” terangnya.

Kebijakan pembatasan jumlah penumpang tersebut, lanjut Widjaja, juga telah diterapkan pada pelaksanaan mudik gratis tahun sebelumnya. Saat itu satu bus hanya diisi sekitar 40 penumpang, meskipun kapasitas kendaraan lebih besar.

Dengan pelaksanaan program ini, Pemerintah Kota Malang berharap masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman, sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas saat puncak arus mudik Lebaran.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *