Sudutkota.id – Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan penjualan sembako murah yang digelar di wilayah Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, membludak hingga memicu kerumunan warga.
Kondisi tersebut langsung menjadi sorotan Komisi B DPRD Kota Malang yang menilai pelaksanaan kegiatan perlu segera dievaluasi agar program bantuan pangan tersebut tetap berjalan tertib dan tepat sasaran, Senin (16/3/2026).
Sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan, Komisi B DPRD Kota Malang memanggil Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, guna meminta penjelasan sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan kegiatan sembako murah tersebut.
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Dr. H. Indra Permana, yang akrab disapa Kaji Indra, menegaskan bahwa pada prinsipnya DPRD mendukung penuh program sembako murah karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Namun demikian, Kaji Indra menilai tingginya animo masyarakat harus diantisipasi dengan sistem pelaksanaan yang lebih tertata dan terencana. Tanpa pengaturan yang baik, kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat justru berpotensi menimbulkan kerumunan dan ketidaknyamanan di lapangan.
“Komisi B sudah memanggil Kepala Diskopindag Kota Malang untuk melakukan evaluasi bersama. Ke depan skema pelaksanaan penjualan sembako murah harus diperbaiki agar lebih tertib dan tidak menimbulkan kerumunan yang berlebihan,” ujar Kaji Indra.
Ia menegaskan bahwa setiap program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat harus didukung dengan manajemen pelaksanaan yang matang. Hal ini mencakup pengaturan distribusi sembako, sistem antrean yang jelas, hingga kesiapan lokasi kegiatan agar mampu menampung jumlah warga yang datang.
“Program ini sangat baik dan tentu harus terus dilanjutkan. Tetapi niat baik pemerintah harus diiringi dengan tata kelola yang baik, mulai dari pengaturan distribusi, sistem antrean, hingga kapasitas lokasi kegiatan agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih tertib dan manusiawi,” tegasnya.
Kaji Indra yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang berharap ke depan kegiatan sembako murah dapat dirancang dengan perencanaan yang lebih matang serta melibatkan koordinasi lintas instansi, termasuk aparat keamanan dan perangkat wilayah setempat.
Dengan persiapan yang lebih terstruktur, ia optimistis program sembako murah tidak hanya menjadi solusi bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga dapat dilaksanakan secara tertib tanpa menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Menurutnya, tingginya antusiasme warga sebenarnya menunjukkan bahwa program tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan mampu menjadikan momentum ini sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pola distribusi dan mekanisme pelaksanaan ke depan.
“Antusiasme masyarakat ini menunjukkan bahwa program sembako murah memang sangat dibutuhkan. Tinggal bagaimana pelaksanaannya dibuat lebih rapi, tertib, dan terorganisir agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menimbulkan kerumunan,” pungkasnya.





















