Sudutkota.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mulai mematangkan langkah antisipasi lonjakan kendaraan menjelang Lebaran. Fokus pengamanan diarahkan ke kawasan pusat perbelanjaan yang setiap tahun menjadi magnet warga berburu kebutuhan hari raya.
Kepala Bidang Pengelolaan Parkir Dishub Kota Malang, Rahmad Hidayat, mengatakan peningkatan aktivitas masyarakat menjelang Lebaran merupakan pola tahunan yang perlu direspons dengan penataan lalu lintas dan parkir yang lebih ketat.
“Menjelang Lebaran ini pusat-pusat perbelanjaan pasti ramai. Karena kebutuhan masyarakat meningkat, maka potensi kepadatan juga ikut naik,” ujarnya usai mengikuti Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Gedung Mini Block Office lantai 4, Selasa (3/3/2026).
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Ramayana dan koridor pusat belanja sekitarnya. Dishub menyiapkan rekayasa lalu lintas secara bertahap agar kendaraan tidak berhenti sembarangan di badan jalan.
Pada tahap lanjutan, Dishub berencana memasang water barrier di sejumlah titik strategis. Langkah ini dimaksudkan untuk mengarahkan kendaraan agar langsung masuk ke kantong parkir resmi dan tidak menumpuk di bahu jalan.
“Nanti tahap akhirnya akan kita pasang water barrier supaya kendaraan tidak berhenti di bahu jalan. Harapannya semua langsung masuk ke area parkir,” tegas Rahmad.
Menurutnya, pemasangan water barrier sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam memanfaatkan fasilitas parkir yang telah disediakan.
Sementara itu, untuk kawasan Alun-alun Merdeka, Rahmad menyebut kondisi satuan ruang parkir (SRP) saat ini masih relatif terkendali. Meski begitu, pengawasan tetap diperketat karena dinamika lalu lintas biasanya meningkat signifikan mendekati hari raya.
“Untuk Alun-alun sejauh ini masih aman. Tapi tetap kami pantau karena biasanya mendekati Lebaran pergerakan meningkat,” jelasnya.
Dishub juga memberi perhatian khusus pada ruas Jalan Semeru, Jalan Tenes, Jalan Ijen hingga Jalan Kawi. Berdasarkan evaluasi lapangan, kepadatan di Jalan Semeru kerap dipicu kendaraan yang berputar mencari parkir.
“Macet di Semeru itu biasanya karena orang muter-muter cari parkir. Ini yang kami arahkan supaya tidak berlebihan dan tidak menumpuk di badan jalan,” ungkap Rahmad.
Sebagai langkah pendukung, Dishub akan mengoptimalkan kantong parkir yang ada, termasuk membuka dan memaksimalkan parkir basement di sejumlah pusat aktivitas. Skema ini diharapkan mampu mengurangi beban parkir di permukaan jalan.
“Kami siapkan juga pembukaan parkir basement supaya kendaraan tidak menumpuk di luar,” tambahnya.
Rahmad mengimbau masyarakat agar lebih bijak memilih rute perjalanan, khususnya saat jam sibuk menjelang Lebaran. Warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak diminta menghindari koridor rawan padat.
“Kalau memang tidak ada kepentingan, sebaiknya hindari Jalan Semeru, Ijen sampai Kawi pada jam-jam ramai,” pesannya.
Ia menegaskan, saat ini kondisi lalu lintas di Kota Malang masih relatif lancar. Namun Dishub tidak akan ragu mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran parkir yang mengganggu arus.
“Sekarang masih lancar. Tapi kalau nanti ada yang bandel dan mengganggu, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” pungkas Rahmad.






















