Daerah

Temuan Diduga Belatung di Menu MBG Viral di Instagram, DPRD Minta Wali Kota Panggil SPPG

3
×

Temuan Diduga Belatung di Menu MBG Viral di Instagram, DPRD Minta Wali Kota Panggil SPPG

Share this article
Temuan Diduga Belatung di Menu MBG Viral di Instagram, DPRD Minta Wali Kota Panggil SPPG
Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Ginanjar Yoni Wardoyo.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu SD wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kembali menjadi sorotan publik.

Dugaan temuan belatung pada menu puding stroberi yang dibagikan kepada siswa, Selasa (3/3/2026), kini ramai diperbincangkan setelah videonya viral di salah satu media sosial Instagram (IG).

Video yang beredar memperlihatkan kondisi puding stroberi yang tampak keruh dan diduga terdapat belatung di dalamnya. Unggahan tersebut langsung memicu beragam komentar warganet dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua murid.

Seorang wali murid yang minta namanya tidak disebut membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengaku awalnya dihubungi wali murid lain yang menemukan kejanggalan pada makanan yang diterima anaknya.

“Awalnya ada wali murid yang menghubungi saya, bilang kalau pudingnya ada belatungnya. Setelah dicek, ternyata benar,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, temuan itu tidak hanya terjadi di satu kelas. Beberapa orang tua dari kelas lain juga melaporkan hal serupa melalui grup komunikasi wali murid.

“Bukan cuma kelas 6, tapi kelas 3 dan kelas lainnya juga ada yang menemukan,” ungkapnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah langsung menyampaikan pengumuman melalui grup WhatsApp agar menu puding stroberi tidak dikonsumsi dan diminta untuk dibuang karena dinilai tidak layak.

“Tadi disampaikan urgent, puding stroberi tidak layak dikonsumsi karena ada temuan itu. Jadi diminta untuk dibuang,” jelasnya.

Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa persoalan kualitas menu MBG sebelumnya pernah dikeluhkan. Ia mengungkapkan, anaknya sempat mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi susu yang dibagikan dalam program tersebut.

“Dulu pernah dapat susu rebus, anak saya sakit perut. Setelah saya komplain, akhirnya diganti susu UHT,” tuturnya.

Viralnya video temuan tersebut di Instagram membuat isu ini meluas dan memunculkan desakan agar ada evaluasi menyeluruh terhadap penyedia makanan. Sejumlah warganet mempertanyakan standar kebersihan dan pengawasan dapur penyedia MBG.

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Ginanjar Yoni Wardoyo, meminta Pemerintah Kota Malang tidak tinggal diam. Ia menegaskan, setiap dapur penyedia yang terbukti lalai harus diberikan sanksi tegas.

“Kalau memang ada dapur yang terbukti ada temuan, apalagi sudah ada laporan masyarakat, ini wajib diberi sanksi. Tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Ginanjar juga mendesak Wali Kota Malang untuk segera memanggil seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan kepala dapur penyedia MBG guna dilakukan evaluasi total.

“Wali kota harus turun tangan. Panggil semua SPPG, lakukan pengawasan ketat. Jangan sampai ada temuan lagi di Kota Malang,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya tetap mendukung program MBG sebagai bagian dari program pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan gizi anak. Namun, menurutnya, dukungan tersebut harus diiringi dengan pengawasan yang serius dan konsisten.

“Ini bukan berarti kita tidak mendukung programnya. Justru karena mendukung, maka harus dikawal agar kualitas dan keamanan makanan benar-benar terjamin,” tandasnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *