Daerah

Parkiran Kayutangan Alami Penurunan Selama Bulan Ramadan

13
×

Parkiran Kayutangan Alami Penurunan Selama Bulan Ramadan

Share this article
Pasar Takjil dan Mall Lebih Ramai Saat Ramadan, Parkir Kayutangan Alami Penurunan
Suasana kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, terlihat relatif lengang pada siang hari selama Ramadan. Sejumlah kendaraan melintas di depan akses Gedung Parkir Kayutangan, namun aktivitas parkir tidak seramai hari-hari biasa.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Memasuki hari ke-11 Ramadan 1447 H, peta keramaian di Kota Malang mengalami pergeseran. Jika pada hari biasa kawasan Kayutangan Heritage menjadi salah satu titik favorit warga untuk bersantai dan kuliner, selama bulan puasa suasana di kawasan tersebut terpantau lebih lengang. Dampaknya, pendapatan parkir ikut mengalami penurunan.

Kabid Pengendalian Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Rahmad Hidayat, saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026), membenarkan adanya penyesuaian omzet parkir di kawasan Kayutangan.

“Omzet masih di bawah Rp 1,5 juta pada hari biasa. Kalau hari libur biasanya masih bisa di angka Rp 2 jutaan,” ujarnya.

Menurut Rahmad, sebelum Ramadan, pendapatan parkir di Kayutangan Heritage relatif stabil, terutama pada akhir pekan yang selalu dipadati pengunjung. Namun selama bulan puasa, terjadi perubahan pola aktivitas masyarakat.

Ia menjelaskan, pada sore hari keramaian justru terkonsentrasi di pasar-pasar takjil yang bermunculan di berbagai titik kota. Sementara menjelang berbuka puasa, restoran dan hotel yang menawarkan paket buka bersama (bukber) menjadi tujuan utama warga.

“Aktivitas yang ramai kalau sore ada di pasar takjil dan resto atau hotel untuk bukber. Kalau malam, saat ini lebih ramai di mal-mal atau pusat perbelanjaan,” jelas Rahmad.

Pergeseran mobilitas tersebut berdampak langsung pada jumlah kendaraan yang masuk dan parkir di kawasan Kayutangan Heritage. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah penurunan yang drastis.

“Tidak merosot tajam, tetapi memang mengalami penurunan. Dan itu juga dirasakan oleh semua pelaku usaha yang ada di Kayutangan,” tambahnya.

Selain faktor pergeseran pusat keramaian, aktivitas ibadah puasa dan salat tarawih juga memengaruhi tingkat kunjungan. Banyak warga memilih menghabiskan waktu bersama keluarga atau beribadah di lingkungan masing-masing.

Dishub Kota Malang tetap melakukan pengendalian dan pengawasan parkir seperti biasa untuk menjaga ketertiban kawasan. Pihaknya juga terus memantau perkembangan mobilitas kendaraan selama Ramadan.

Rahmad berharap, menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti, kawasan Kayutangan Heritage kembali mengalami peningkatan kunjungan.

“Kita lihat nanti mendekati Idul Fitri apakah akan ramai lagi. Biasanya ada peningkatan aktivitas menjelang Lebaran,” pungkasnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *