Daerah

Kisah Haru Lansia Asal Papua di Lawang, Dari Terlunta hingga Dapat Perawatan Layak

5
×

Kisah Haru Lansia Asal Papua di Lawang, Dari Terlunta hingga Dapat Perawatan Layak

Share this article
Kisah Haru Lansia Asal Papua di Lawang, Dari Terlunta hingga Dapat Perawatan Layak
Petugas Polsek Lawang bersama relawan membantu Sulistiowati (59), lansia asal Papua, keluar dari kamar kosnya di kawasan Kalibiru, Lawang, sebelum akhirnya dibawa untuk mendapatkan penanganan dan perawatan yang lebih layak.(foto:sudutkota.id/Polsek Lawang)

Sudutkota.id – Jalan hidup Sulistiowati (59) di usia senja sempat berada di titik paling sunyi. Perempuan asal Makimi, Kabupaten Nabire, Papua, itu harus menghadapi kenyataan pahit: kehilangan suami, kehilangan tempat tinggal, dan nyaris tanpa kepastian masa depan di tanah perantauan, Lawang, Kabupaten Malang.

Namun, di balik nestapa itu, kepedulian dan gerak cepat lintas instansi akhirnya mengubah arah kisahnya.

Suami Sulistiowati meninggal dunia pada, Kamis (5/2/2026) sore. Kepergian pasangan hidup yang selama ini menemaninya di sebuah rumah kos kawasan Kalibiru, Lawang, menjadi pukulan berat. Lebih memilukan lagi, jenazah sang suami baru diketahui dan dilaporkan beberapa jam kemudian.

Di tengah duka yang belum reda, persoalan lain datang bertubi-tubi. Sulistiowati tak lagi bisa bertahan di kamar kos yang selama ini ditempati berdua. Kekhawatiran pemilik kos jika terjadi sesuatu tanpa ada pihak keluarga yang bertanggung jawab membuat lansia itu harus angkat kaki.

Biaya pemakaman sang suami sebesar Rp2,7 juta, karena bukan warga setempat sempat menjadi beban tambahan. Namun, donatur dari Arela yang enggan disebutkan namanya akhirnya melunasi seluruh biaya tersebut.

Beberapa hari, Sulistiowati hanya menempati kamar kecil milik salah satu warga Muhammadiyah Lawang yang bersedia menampungnya sementara. Dari ruang sederhana itulah kisahnya menyebar dan mengundang empati publik.

Merespons kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur UPT PSTW Pasuruan, Kecamatan Lawang, Polsek Lawang, TKSK Lawang, serta relawan Arela Official bergerak cepat.

Pada Rabu pagi (25/2/2026), Sulistiowati resmi ditempatkan di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Pasuruan. Di sana, ia akan mendapatkan layanan komprehensif bagi lansia, mulai dari tempat tinggal yang layak, kebutuhan harian, layanan kesehatan, hingga pembinaan sosial dan keterampilan.

Kapolsek Lawang, Kompol Much. Lutfi, saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Rabu (25/2) sore, menegaskan bahwa langkah tersebut adalah wujud nyata kepedulian bersama.

“Salam tangguh, salam kemanusiaan. Begitu informasi ini sampai ke kami, kami langsung berkoordinasi dengan Dinsos dan pihak terkait. Kami tidak ingin ibu ini merasa sendirian. Di usia seperti ini, beliau berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman,” ujar Kompol Lutfi

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci penanganan cepat kasus tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi relawan, Pemuda Muhammadiyah Lawang, serta warga yang sudah membantu sejak awal. Ini bukti bahwa kepedulian sosial di tengah masyarakat masih kuat. Tugas kami memastikan penanganan selanjutnya lebih terjamin dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kini, setelah melewati masa-masa sulit, Sulistiowati tak lagi harus memikirkan tempat berteduh atau kebutuhan makan sehari-hari. Di panti sosial, ia akan menjalani hari-hari dengan pendampingan dan perawatan yang lebih layak.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *