Sudutkota.id – Dukungan kemanusiaan dari warga Malang Raya kembali mengalir deras untuk membantu korban bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Posko Kota Malang Peduli Bencana resmi melepas 11 truk dan 2 pickup berisi bantuan logistik pada Sabtu (6/12/2025). Prosesi pemberangkatan dipusatkan di halaman Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito Widoyoko, mengatakan bahwa pengumpulan donasi dilakukan sejak 2–7 Juni dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Aliran bantuan tidak hanya datang dari warga Kota Malang, tetapi juga dari wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu.
“Total nilainya sekitar Rp1,9 Miliar. Beras terkumpul 12 ton, mie instan hampir 4.000 dus, minyak goreng 775 paket, gula pasir 1 ton, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi, hingga kebutuhan kebersihan pribadi. Semua ini murni partisipasi warga,” ujar Donny.
Menurut Donny, lonjakan bantuan terjadi setelah beredarnya video Wali Kota Malang di TikTok. Banyak warga yang kemudian mendatangi posko untuk memberikan donasi.
“Banyak yang bilang, mereka tahu informasi dari TikTok Pak Wali. Media sosial sangat berpengaruh dalam menggerakkan solidaritas,” jelasnya.
Meski demikian, tidak semua logistik bisa diberangkatkan dalam satu kali pengiriman. Keterbatasan kapasitas pesawat Hercules milik TNI AU di Lanud Abdulrachman Saleh membuat Pemkot harus membagi muatan.
“Kalau 12 ton beras dimasukkan semua, barang lain tidak bisa ikut. Maka kami sesuaikan dengan kapasitas pesawat dan instruksi dari Lanud,” tambah Donny.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang memimpin langsung pelepasan armada bantuan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Malang Raya. Menurutnya, 11 truk dan 2 pickup yang berangkat hari ini hanyalah sebagian dari total bantuan yang masuk ke posko.
“Kalau dihitung keseluruhan, termasuk yang belum masuk armada, totalnya bisa mencapai sekitar 20 truk. Ini menunjukkan respons masyarakat sangat luar biasa,” ungkap Wahyu.
Karena keterbatasan tempat penyimpanan di daerah tujuan serta kapasitas pesawat Hercules, Pemkot Malang akan mengirim logistik melalui dua kloter.
“Setelah pesawat kembali dari pengiriman tahap pertama, kloter kedua akan langsung menyusul. Kalau dipaksakan hari ini, gudang di sana tidak cukup untuk menampungnya,” jelasnya.
Wahyu juga menegaskan bahwa jenis bantuan yang dikirim merupakan kebutuhan paling mendesak bagi para penyintas bencana.
“Sembako, pakaian layak pakai, kasur, perlengkapan mandi, makanan bayi, hingga obat-obatan kita siapkan. Banyak warga di lokasi bencana kehilangan tempat tidur, jadi kasur dan pakaian menjadi prioritas,” tuturnya.
Ia memastikan bahwa bantuan kemanusiaan ini tidak mengganggu penanganan musibah di Kota Malang sendiri.
“Untuk warga terdampak banjir di Kota Malang, seluruh bantuan sudah disalurkan. Data dari Dinsos semua sudah terpenuhi,” tegasnya.
Hingga Sabtu siang, aliran bantuan dari masyarakat masih terus berdatangan ke Posko Kota Malang Peduli Bencana. Banyak komunitas yang menanyakan jadwal kloter kedua agar bisa menyesuaikan donasi mereka.
“Kalau tidak kita batasi, bantuan akan terus mengalir. Karena itu kami sesuaikan dengan jadwal pesawat. Semua bantuan akan dikirim, baik kloter pertama maupun kedua,” jelas Wahyu.
Ia berharap donasi yang dikirimkan hari ini dapat membantu meringankan beban para penyintas yang masih berada di pengungsian.
“Terima kasih kepada seluruh warga Malang Raya atas kepeduliannya. Semoga apa yang kita kirimkan menjadi keberkahan dan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah,” pungkasnya.





















