Ekonomi Bisnis

11 UMKM Malang Serbu Inacraft 2026, Pemkot Dorong Produk Lokal Naik Kelas

15
×

11 UMKM Malang Serbu Inacraft 2026, Pemkot Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Share this article
11 UMKM Malang Serbu Inacraft 2026, Pemkot Dorong Produk Lokal Naik Kelas
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi bersama jajaran dan pelaku UMKM saat mengikuti Inacraft 2026 di JICC, Jakarta.(Sudutkota.id/Istimewa)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang tidak ingin produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hanya berputar di pasar lokal.

Sebanyak 11 pelaku UMKM Kota Malang diboyong untuk mempromosikan produk unggulan mereka dalam ajang Inacraft Oktober 2026 yang digelar pada 7-11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkot Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal Kota Malang.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Dr. Eko Sri Yuliadi, yang hadir mewakili Wali Kota Malang, mengatakan kehadiran UMKM Kota Malang dalam ajang berskala nasional tersebut bukan sekadar untuk memajang produk.

Menurutnya, Inacraft menjadi ruang penting bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring bisnis sekaligus melihat peluang pasar yang lebih besar.

“Pemkot Malang melalui Diskopindag ikut hadir dalam Inacraft Oktober 2026. Ada 11 UMKM Kota Malang yang mempromosikan berbagai produknya,” ujar Eko saat dikonfirmasi Sudutkota id, Kamis (8/10/2026).

Produk yang dibawa pun cukup beragam, mulai dari kerajinan, fesyen, batik, makanan hingga minuman dan produk herbal. Sebelas UMKM tersebut yakni Batik Hamparan Rintik, Dasterqu, Mamani Sambel, Coba Kopi, Kripik Bakso, RF Fashion, Antique, Batik Cokro, Tumbler Resin, Athaya, serta Jamu Instant Violink.

Eko menegaskan, keikutsertaan dalam pameran seperti Inacraft penting untuk mendorong produk UMKM agar tidak berhenti pada penjualan konvensional. Pelaku usaha harus memiliki keberanian membawa produknya keluar dari pasar lokal dan berhadapan langsung dengan konsumen maupun pelaku usaha dari berbagai daerah.

“Harapannya tentu produk-produk UMKM Kota Malang semakin dikenal, tidak hanya di Malang, tetapi juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Eko.

Menurut Eko, keberadaan UMKM dalam pameran berskala nasional juga menjadi kesempatan untuk mengukur sejauh mana kualitas produk lokal mampu bersaing. Selain kualitas produk, pelaku UMKM dituntut semakin serius memperhatikan kemasan, inovasi, pemasaran dan kemampuan membaca selera pasar.

“Ini menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya sekaligus membuka jaringan dan peluang pasar,” ujarnya.

Pembukaan Inacraft Oktober 2026 turut dihadiri dan dibuka oleh istri Wakil Presiden. Kehadiran jajaran Pemkot Malang juga menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.

Dalam kegiatan tersebut, Eko hadir mewakili Wali Kota Malang bersama Kabid Perdagangan dan tim Diskopindag Kota Malang. Turut hadir pula Ketua Dekranasda Kota Malang.

Eko berharap momentum Inacraft tidak berhenti sebatas keikutsertaan dalam satu pameran. Setelah kembali ke Malang, para pelaku UMKM diharapkan mampu membawa pengalaman, jejaring dan peluang pasar yang diperoleh selama pameran untuk memperkuat usaha masing-masing.

“Yang paling penting bagaimana setelah mengikuti kegiatan ini ada tindak lanjutnya. Produk UMKM semakin berkembang, pasarnya semakin luas dan pelaku usaha semakin naik kelas,” pungkas Eko.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *