Daerah

Wali Kota Malang Lepas 500 Motor Klasik Internasional, Balai Kota Berubah Jadi Panggung Nostalgia

11
×

Wali Kota Malang Lepas 500 Motor Klasik Internasional, Balai Kota Berubah Jadi Panggung Nostalgia

Share this article
Wali Kota Malang Lepas 500 Motor Klasik Internasional, Balai Kota Berubah Jadi Panggung Nostalgia
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengibarkan bendera start saat melepas ratusan rider motor klasik peserta reli internasional JAWARA di halaman Balai Kota Malang, Jumat (15/5/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Deru mesin motor tua memecah suasana pagi di halaman Balai Kota Malang, Jumat (15/5/2026).

Ratusan motor klasik lintas generasi berjajar memenuhi kawasan pusat pemerintahan Kota Malang saat Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara simbolis mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya reli internasional Jelajah Warisan Nusantara (JAWARA) menuju Benteng Vastenburg, Solo.

Momen pelepasan peserta berlangsung meriah sekaligus penuh nuansa nostalgia. Motor-motor antik dengan desain khas era lawas mendominasi jalanan sekitar Balai Kota. Sejumlah rider tampak mengenakan atribut vintage, lengkap dengan kendaraan berusia puluhan tahun yang masih terawat prima.

Tak sekadar touring biasa, event ini menjadi magnet besar bagi pecinta otomotif klasik. Sedikitnya 500 motor antik keluaran tahun 1927 hingga 1976 ambil bagian dalam perjalanan lintas provinsi sejauh sekitar 550 kilometer, melintasi sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.

Yang membuat reli ini semakin istimewa, peserta tak hanya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Komunitas biker dari Malaysia, Brunei Darussalam hingga Australia ikut bergabung, menjadikan JAWARA sebagai salah satu agenda motor klasik terbesar berskala internasional yang pernah digelar di Kota Malang.

Sejak pagi, masyarakat memadati area Balai Kota untuk menyaksikan langsung kemegahan parade motor lawas tersebut. Banyak warga mengabadikan momen langka ketika kendaraan klasik berjejer rapi sebelum diberangkatkan secara resmi oleh Wali Kota Malang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengaku bangga Kota Malang dipercaya menjadi titik awal perjalanan reli internasional tersebut. Menurutnya, pemilihan Kota Malang bukan tanpa alasan. Identitas kota yang kuat sebagai kawasan heritage dinilai selaras dengan semangat pelestarian motor-motor klasik yang memiliki nilai sejarah tinggi.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Malang. Peserta datang tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga luar negeri seperti Malaysia, Australia dan Brunei. Ini menunjukkan Kota Malang semakin dipercaya menjadi tuan rumah event besar,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, kehadiran ratusan peserta membawa dampak ekonomi yang cukup signifikan. Banyak rider disebut sudah tiba beberapa hari sebelum keberangkatan untuk menikmati suasana Kota Malang, mulai wisata heritage, pusat kuliner hingga destinasi favorit lainnya.

Akibatnya, tingkat hunian hotel meningkat, rumah makan ramai dikunjungi, dan pelaku usaha kecil hingga UMKM ikut merasakan dampak positif dari perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.

“Hotel penuh, wisata heritage ramai, kuliner bergerak. Event seperti ini punya efek ekonomi luar biasa bagi Kota Malang,” katanya.

Bagi Wahyu, filosofi reli Jelajah Warisan Nusantara terasa sangat dekat dengan karakter Kota Malang. Sama seperti motor-motor tua yang dirawat dan dijaga keberadaannya, Kota Malang juga dikenal konsisten mempertahankan bangunan bersejarah dan kawasan heritage sebagai identitas kota.

“Motor klasik ini adalah warisan sejarah yang dijaga. Sama seperti Kota Malang yang juga menjaga peninggalan heritage agar tetap hidup,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina Motor Antique Club Indonesia (MACI), Nanan Soekarna, menilai Kota Malang menjadi lokasi paling tepat sebagai titik start reli internasional tersebut. Selain memiliki atmosfer heritage yang kuat, Malang juga dinilai semakin berkembang menjadi kota ramah komunitas otomotif nasional.

Menurutnya, geliat motor klasik bukan hanya soal hobi, melainkan turut menghidupkan rantai ekonomi panjang, mulai bengkel restorasi, montir, pengecatan, sparepart hingga usaha kecil pendukung lainnya.

“Motor klasik ini menghidupi banyak sektor. Ada bengkel, tukang las, sparepart, pengecatan sampai UMKM yang ikut bergerak. Dampaknya luar biasa,” tegas Nanan.

Ia bahkan menyebut Kota Malang mulai dilirik menjadi pusat kegiatan komunitas otomotif nasional. Dalam waktu dekat, sejumlah komunitas besar lain seperti Harley Davidson hingga VW Club Indonesia dikabarkan juga bakal menggelar touring dengan titik keberangkatan dari Kota Malang.

Dengan gegap gempita motor tua yang menguasai jalanan kota, reli JAWARA bukan hanya menjadi perayaan otomotif klasik, tetapi juga momentum memperkuat citra Kota Malang sebagai kota heritage yang hidup, ramah komunitas, dan semakin dikenal di panggung internasional.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *