Sudutkota.id – Jawara Classic Bike Rally International resmi dimulai dari Kota Malang melalui agenda gala dinner dan technical meeting yang digelar di Balai Kota Malang, Kamis (14/5) malam. Kegiatan tersebut menjadi pembuka sebelum ratusan rider motor klasik dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara memulai touring menuju Solo sejauh 165 kilometer pada Jumat pagi.
Sejak sore hingga malam hari, kawasan Balai Kota Malang dipenuhi deretan motor klasik lintas generasi dengan berbagai merek yang memiliki nilai historis tinggi. Kehadiran kendaraan-kendaraan antik itu menarik perhatian masyarakat yang ingin melihat langsung desain autentik dan suara khas mesin motor lawas.
Rute touring dimulai dari depan Balai Kota Malang sebagai titik start resmi. Para peserta akan menempuh perjalanan menuju Solo melalui sejumlah jalur utama dengan formasi konvoi yang tetap mengedepankan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kota Malang sebagai titik awal kegiatan otomotif berskala internasional tersebut. Menurutnya, event ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul komunitas motor klasik, tetapi juga sarana promosi wisata dan penggerak ekonomi daerah.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena menjadi bagian dari promosi wisata Kota Malang. Selain itu juga ikut menggerakkan sektor ekonomi masyarakat,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, Kota Malang memiliki kawasan heritage dan bangunan bersejarah yang selaras dengan semangat pelestarian motor klasik. Momentum ini dinilai dapat memperkenalkan identitas budaya Kota Malang kepada peserta internasional.
Wahyu juga mengingatkan seluruh peserta agar mengutamakan keselamatan selama touring berlangsung. Ia meminta para rider tetap mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan menuju Solo.
“Saya berharap seluruh peserta bisa menikmati keindahan Kota Malang dan perjalanan berjalan aman serta lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum MACI (Motor Antique Club Indonesia), Harno, mengatakan Jawara Classic Bike Rally International bukan sekadar touring motor, melainkan juga gerakan budaya yang membawa pesan sejarah otomotif dunia.
Menurutnya, setiap motor klasik yang dibawa peserta memiliki cerita panjang dan menjadi representasi perkembangan teknologi serta budaya otomotif dari masa ke masa.
“Kegiatan ini bukan hanya touring, tetapi juga memperkenalkan sejarah, budaya, dan identitas bangsa melalui motor klasik kepada masyarakat internasional,” jelas Harno.
Ia turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Malang, Forkopimda, dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Kolaborasi itu dinilai mampu memperkuat promosi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Konvoi motor klasik menuju Solo diprediksi menjadi daya tarik tersendiri di sepanjang jalur perjalanan. Deru mesin lawas, tampilan orisinal kendaraan, serta semangat persaudaraan antar-komunitas menghadirkan nuansa nostalgia di tengah modernisasi transportasi saat ini.
Melalui event ini, Kota Malang kembali menunjukkan eksistensinya sebagai kota yang aktif mendukung kegiatan berskala nasional hingga internasional, khususnya di sektor otomotif, budaya, dan pariwisata.




















