Daerah

Tugu Tirta Upayakan Anggaran Rp87 Miliar untuk Perawatan Sumber Air dan Perluasan Jaringan

3
×

Tugu Tirta Upayakan Anggaran Rp87 Miliar untuk Perawatan Sumber Air dan Perluasan Jaringan

Share this article
Tugu Tirta Upayakan Anggaran Rp87 Miliar untuk Perawatan Sumber Air dan Perluasan Jaringan
Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo atau yang akrab disapa Bogank, saat memberikan keterangan terkait upaya perawatan sumber air dan pengembangan jaringan perpipaan PDAM dalam kegiatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di kawasan Sumber Air Merjosari.(Sudutkota.id/Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, yang akrab disapa Bogank, menyoroti pentingnya perawatan sumber mata air sekaligus perluasan jaringan perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat yang disebut mencapai sekitar Rp87 miliar.

Bogank menegaskan, pengembangan infrastruktur air minum harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. Pasalnya, sumber mata air yang memiliki potensi besar tidak akan memberikan manfaat optimal apabila kawasan sekitarnya dibiarkan rusak akibat sampah dan pembuangan material urukan.

Hal itu disampaikan Priyo Sudibyo saat ditemui dalam kegiatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di kawasan Sumber Air Merjosari, Kota Malang, Jumat (9/10/2026).

Menurut Bogank, Sumber Air Merjosari memiliki kapasitas sekitar 320 liter per detik (LPS). Potensi tersebut dinilai penting untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat Kota Malang sehingga keberadaannya harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.

“Ini salah satu ide inisiatif dari pihak Tugu Tirta, didukung dan dibantu oleh Pemkot Malang melalui Dinas PU. Makanya, saya berkolaborasi dengan Pak Plt Kepala DLH untuk bagaimana merawat sumber,” ujar Bogank.

Ia menjelaskan, perawatan sumber air merupakan salah satu bagian dari program yang dijalankan Tugu Tirta. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga penghijauan dan pencegahan aktivitas yang berpotensi merusak kawasan sumber.

Bogank mengungkapkan, sampah dan material urukan yang ditemukan di sekitar kawasan sumber air menjadi perhatian serius. Untuk mencegah persoalan serupa terulang, Tugu Tirta melakukan pembersihan sekaligus memasang pagar dan mengunci akses masuk pada titik tertentu.

Langkah tersebut dilakukan agar kawasan yang akan dimanfaatkan dan ditanami pohon tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah maupun material bangunan.

“Kemarin ada sesi pertama, yaitu pembersihan sampah dan urukan. Makanya, saya gembok dan kita kasih pagar supaya masyarakat tidak seenaknya membuang sampah atau urukan di sini. Karena lahan ini akan kita manfaatkan dan tanami,” tegasnya.

Bogank juga meminta dukungan lurah, pengurus RW, dan masyarakat setempat untuk menjaga lingkungan di sekitar sumber air. Menurutnya, pengamanan kawasan tidak akan efektif apabila tidak disertai kesadaran masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Ia menekankan, sumber mata air merupakan aset penting yang harus dirawat secara berkelanjutan. Karena itu, perlindungan kawasan perlu menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas Tugu Tirta maupun pemerintah daerah.

Selain membersihkan sampah, Tugu Tirta mendorong penghijauan di kawasan sumber air melalui penanaman pohon. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Malang.

Bogank menjelaskan, penanaman pohon menjadi salah satu upaya untuk menjaga lingkungan dan mendukung keberlangsungan sumber air.

“Untuk satu tujuan, yaitu merawat sumber. Ketika tidak ada sumur resapannya, kita menginisiasi dengan menanam pohon,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kota Malang, Amitya Ratnanggani Siraduhita, turut menyumbangkan 400 bibit pohon. Selain itu, Bogank menyebut Kapolresta Malang Kota juga berkomitmen membantu penyediaan sekitar 1.000 bibit pohon untuk ditanam di kawasan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar upaya penghijauan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dilanjutkan dengan perawatan tanaman dan pengawasan lingkungan secara konsisten.

Saat ini, terdapat dua kawasan sumber air yang menjadi perhatian dalam program perawatan tersebut, yakni Merjosari dan Sumbersari. Keduanya dinilai memiliki potensi yang perlu dijaga sekaligus dikembangkan agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Di luar persoalan lingkungan, Bogank juga menyoroti kebutuhan pengembangan infrastruktur air minum, terutama perluasan jaringan perpipaan ke wilayah yang belum terjangkau layanan PDAM.

Ia menyebut, Tugu Tirta telah mengupayakan dukungan anggaran pemerintah pusat dengan nilai total sekitar Rp87 miliar untuk pengembangan infrastruktur air minum di Kota Malang.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Cemorokandang. Menurut Bogank, masih terdapat kawasan di wilayah tersebut yang belum terjangkau jaringan perpipaan PDAM sehingga masyarakat membutuhkan perluasan layanan.

“Di Kelurahan Cemorokandang, sampai ke sini belum ada jaringan PDAM. Maka kami mengajukan bantuan ke PU dan alhamdulillah direalisasikan,” ungkapnya.

Bogank berharap dukungan anggaran tersebut dapat membantu pengembangan jaringan perpipaan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air minum.

Namun, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program dan proses pelelangan mengikuti mekanisme pemerintah pusat. Tugu Tirta, kata dia, berperan mengupayakan dukungan dan nantinya menerima manfaat dari pembangunan infrastruktur tersebut.

“Kalau dananya sendiri, dari APBD tidak mungkin mencukupi, apalagi ada transfer pusat dan bantuan. Maka saya menginisiasi untuk meminta bantuan anggaran ke pemerintah pusat. Alhamdulillah sudah diberikan. Insyaallah November ini ada lelang. Semuanya saya serahkan kepada pusat, kami hanya menerima produk dan manfaat,” pungkas Bogank.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *