Daerah

Terminal Arjosari Jadi Rebutan Aspirasi, Pemkot Malang Tunggu Evaluasi Rute Trans Jatim

10
×

Terminal Arjosari Jadi Rebutan Aspirasi, Pemkot Malang Tunggu Evaluasi Rute Trans Jatim

Share this article
Terminal Arjosari Jadi Rebutan Aspirasi, Pemkot Malang Tunggu Evaluasi Rute Trans Jatim
Kadishub Kota Malang, Dr. R. Widjaja Saleh Putra saat memberikan keterangan terkait evaluasi rute Trans Jatim Koridor 2 dan aspirasi masyarakat agar layanan menjangkau Terminal Arjosari.(Sudutkota.id/Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Penetapan Terminal Madyopuro sebagai titik pemberhentian Trans Jatim Koridor 2 ternyata belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat Kota Malang.

Terminal Arjosari justru menjadi tujuan yang banyak diusulkan warga agar masuk dalam jangkauan layanan transportasi massal yang menghubungkan wilayah Madyopuro hingga Kepanjen tersebut.

Aspirasi itu menjadi perhatian karena Terminal Arjosari memiliki posisi strategis dalam jaringan transportasi Kota Malang. Selain menjadi salah satu terminal terbesar, Arjosari juga berfungsi sebagai pusat perpindahan penumpang dari berbagai moda transportasi.

Jika layanan Trans Jatim Koridor 2 diperpanjang hingga Arjosari, masyarakat dinilai memiliki pilihan konektivitas yang lebih luas. Sebaliknya, dengan titik layanan yang sementara berhenti di Madyopuro, kebutuhan masyarakat yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Arjosari masih membutuhkan moda transportasi tambahan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Dr. R. Widjaja Saleh Putra, mengakui bahwa usulan agar Trans Jatim Koridor 2 menjangkau Terminal Arjosari cukup banyak disampaikan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan, pada Selasa (3/11/2026), menyusul peluncuran Trans Jatim Koridor 2 yang telah diresmikan Gubernur Jawa Timur pada 30 Oktober 2026.

“Memang masyarakat Kota Malang menginginkan, sebagian besar banyak sekali yang mengajukan permohonan agar rutenya sampai dengan Arjosari. Karena Arjosari ini merupakan terminal terbesar di Kota Malang yang menjadi pusat hub perpindahan moda transportasi,” ungkap Widjaja.

Menurutnya, penetapan Terminal Madyopuro sebagai titik layanan sementara merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan sejumlah pertimbangan. Meski demikian, Pemkot Malang tidak menutup mata terhadap aspirasi masyarakat yang menghendaki perluasan jangkauan layanan hingga Terminal Arjosari.

Bahkan, permohonan tersebut telah diterima dan menjadi salah satu hal yang perlu dibahas lebih lanjut bersama pemerintah provinsi.

“Memang sementara ini oleh provinsi dilakukan peresmian di Madyopuro. Kami juga sudah mendapatkan permohonan-permohonan dari masyarakat agar terminal penempatannya bisa sampai di Arjosari,” jelasnya.

Widjaja menegaskan, kehadiran Trans Jatim Koridor 2 harus terlebih dahulu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, operasional layanan yang sudah diluncurkan diharapkan bisa segera dinikmati tanpa harus menunggu seluruh aspirasi pengembangan rute diputuskan.

Namun, persoalan jangkauan layanan tetap menjadi pekerjaan evaluasi. Sebab, keberhasilan transportasi massal tidak hanya diukur dari peluncurannya, tetapi juga sejauh mana rute yang tersedia mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Yang terpenting adalah masyarakat bisa segera menikmati Trans Jatim Koridor 2. Sambil berjalan, tentu dilakukan evaluasi sebagaimana disampaikan Ibu Gubernur maupun Kepala Dinas Perhubungan Provinsi bahwa evaluasi akan selalu dilakukan,” tegas Widjaja.

Terkait tuntutan agar Terminal Arjosari turut menjadi bagian dari rute Koridor 2, ia memastikan aspirasi tersebut tidak diabaikan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengakomodasi usulan masyarakat untuk dipelajari dan dievaluasi sebelum menentukan kebijakan berikutnya.

Dengan demikian, peluang perluasan rute menuju Arjosari masih terbuka. Hanya saja, hingga saat ini belum ada kepastian kapan usulan tersebut dapat direalisasikan.

“Yang mengharapkan di Arjosari itu akan diakomodasi, artinya dipelajari dan dievaluasi oleh provinsi,” ujarnya.

Selain opsi memperpanjang rute, alternatif penyediaan angkutan pengumpan atau feeder dari Terminal Arjosari menuju Terminal Madyopuro juga tengah dibahas. Skema ini dinilai dapat menjadi solusi konektivitas bagi masyarakat apabila rute utama Trans Jatim Koridor 2 belum diperpanjang.

Namun, rencana feeder tersebut belum sampai pada keputusan operasional. Dishub Kota Malang masih melakukan pembahasan bersama pemerintah provinsi, termasuk terkait konsep layanan yang akan diterapkan.

“Untuk sementara feeder dari Arjosari ke Madyopuro masih dalam pembahasan, antara provinsi dengan kami,” pungkas Widjaja.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *