Sudutkota.id – Atmosfer kompetisi Lomba Kelurahan 2026 di Kota Malang mencapai puncaknya. Dalam momentum peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Selasa (28/4), Pemerintah Kota Malang resmi menetapkan Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, sebagai juara pertama dan wakil kota menuju ajang Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Malang, Yuyun Nanik Ekowati, menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara ketat dan berlapis. Mulai dari seleksi administrasi, paparan program, hingga verifikasi lapangan menjadi penentu utama lahirnya juara.
“Alhamdulillah, seluruh tahapan sudah kita lalui, dan hari ini ditetapkan juara 1, 2, dan 3. Kelurahan Tasikmadu sebagai juara pertama otomatis mewakili Kota Malang ke tingkat provinsi,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan di tingkat Provinsi Jawa Timur jauh lebih kompleks. Aspek administrasi menjadi kunci utama yang tidak boleh diabaikan. Ia mengingatkan, nilai administrasi di bawah 80 persen dapat langsung menggugurkan peserta.
“Indikatornya banyak, mulai dari SK, struktur organisasi, batas wilayah, hingga inovasi. Semua harus lengkap. Kalau tidak, prosentasenya tidak akan memenuhi syarat,” tegasnya.
Karena itu, Pemkot Malang memastikan tidak akan melepas Tasikmadu berjalan sendiri. Pendampingan intensif akan dilakukan, baik dari tingkat kecamatan maupun tim Bagian Tata Pemerintahan, guna memastikan seluruh indikator terpenuhi secara maksimal.
Optimisme pun menguat. Dua tahun terakhir, Kota Malang konsisten meraih juara dua di tingkat provinsi. Tahun ini, target lebih tinggi mulai dibidik.
“Kita harus optimis. Minimal mempertahankan prestasi, tapi kalau bisa tentu harus lebih baik. Kuncinya ada pada kesiapan dan keseriusan sejak awal,” tambah Yuyun.
Sementara itu, Lurah Tasikmadu, Ardhi Kristanto, menyambut capaian ini dengan rasa syukur sekaligus tekad kuat untuk melangkah lebih jauh. Ia menyebut kemenangan di tingkat kota menjadi cambuk untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami bersyukur bisa menjadi juara satu di tingkat kota. Ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki kinerja, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam penilaian, Tasikmadu tampil menonjol melalui program ketahanan pangan dan pengembangan UMKM yang berdampak langsung bagi warga. Berbagai inovasi tersebut tidak hanya menjadi nilai tambah, tetapi juga bukti nyata pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.
Menghadapi level provinsi, pembenahan terus dilakukan. Masukan dari dewan juri menjadi bahan evaluasi penting, disertai penguatan koordinasi lintas elemen, mulai dari lembaga masyarakat, PKK, hingga kecamatan.
“Inovasi akan terus kita perkuat. Layanan juga kita tingkatkan, karena semua ini untuk kemaslahatan masyarakat Tasikmadu,” tegas Ardhi.
Salah satu inovasi unggulan yang mencuri perhatian adalah pemanfaatan lahan makam yang sebelumnya terbengkalai menjadi kawasan produktif. Kini, area tersebut disulap menjadi pusat ketahanan pangan dengan kolam ikan, tanaman sayur, hingga buah-buahan yang hasilnya dinikmati warga. Bahkan, inisiatif petani milenial dalam memproduksi pakan mandiri turut memperkuat sektor pertanian dan peternakan lokal.
Dengan bekal inovasi, pendampingan penuh dari Pemkot, serta semangat kolektif masyarakat, Tasikmadu kini tak sekadar tampil sebagai juara kota. Lebih dari itu, mereka bersiap menantang dominasi di tingkat Provinsi Jawa Timur, membuka peluang mencetak sejarah baru bagi Kota Malang.




















