Peristiwa

Ruang Praktikum Teknik Mesin Polinema Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

3
×

Ruang Praktikum Teknik Mesin Polinema Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Share this article
Ruang Praktikum Teknik Mesin Polinema Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Malang melakukan proses pendinginan dan pemeriksaan lokasi pasca kebakaran guna memastikan tidak ada titik api tersisa.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Kebakaran terjadi di lingkungan kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada, Senin malam (11/5/2026), sekitar pukul 21.18 WIB.

Peristiwa ini sempat mengagetkan aktivitas di area Jurusan Teknik Mesin, tepatnya pada ruang praktikum tugas akhir yang berada di Jl. Soekarno Hatta No.9, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Laporan awal diterima oleh UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang dari pelapor Rosa Andrie Asmara yang melaporkan adanya kepulan asap dan api di area penyimpanan baterai serta sepeda motor di dalam ruang praktikum.

Dari hasil identifikasi awal di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh baterai yang mengalami overload saat proses pengisian daya (charging). Kondisi tersebut menimbulkan panas berlebih hingga memicu api yang sempat membakar sebagian area ruangan dengan luas terdampak sekitar 40 meter persegi.

Sejumlah peralatan praktikum dan perangkat elektronik di dalam ruangan turut terdampak akibat insiden tersebut.

UPT Damkar Kota Malang bergerak cepat setelah menerima laporan. Dengan jarak tempuh sekitar 7 kilometer, petugas berangkat pukul 21.20 WIB dan tiba di lokasi pada 21.32 WIB, kemudian langsung melakukan penanganan pada 21.33 WIB.

Dalam waktu sekitar 20 menit, api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menyampaikan bahwa penanganan berjalan cepat karena api sudah mulai terkendali saat petugas tiba di lokasi.

“Begitu laporan masuk, kami langsung bergerak. Saat tiba di lokasi, api sudah mulai mengecil karena sudah ditangani oleh pihak keamanan kampus dan sprinkler juga bekerja dengan baik. Kami langsung melakukan pemadaman lanjutan sekaligus memastikan tidak ada titik api tersembunyi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengecekan menyeluruh dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman dari potensi kebakaran susulan.

“Kami lakukan cooling dan pemeriksaan di titik-titik yang berpotensi menyimpan panas, terutama pada perangkat elektronik dan baterai. Setelah dipastikan aman, barulah operasi kami nyatakan selesai,” tambahnya.

Dalam insiden ini dipastikan tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun korban hilang. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp50 Juta.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *