Peristiwa

Aksi Heroik Satpam Berujung Tragis, Mat Suhadi Tewas Usai Duel Lawan Maling

3
×

Aksi Heroik Satpam Berujung Tragis, Mat Suhadi Tewas Usai Duel Lawan Maling

Share this article
Aksi Heroik Satpam Berujung Tragis, Mat Suhadi Tewas Usai Duel Lawan Maling
Warga sekitar saat berada di lokasi kejadian di sekitaran Jembatan Amprong Madyopuro Kota Malang, pasca insiden yang menggegerkan warga setempat.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Keberanian seorang petugas keamanan (satpam) Perumahan Cemara Diamond Townhouse, Kota Malang, berakhir tragis.

Mat Suhadi (51), satpam yang berusaha menggagalkan aksi pencurian di kawasan Cemorokandang, meninggal dunia usai ditusuk pelaku saat terjadi duel di bawah fly over dekat Jembatan Amprong.

Korban dinyatakan meninggal dunia pada, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhirin, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban mengalami luka berat akibat penusukan saat mengejar pelaku pencurian.

“Korban meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSSA Malang akibat luka tusuk di bagian perut,” ujar Lukman.

Peristiwa itu bermula pada, Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu korban yang tengah bertugas ronda malam menerima laporan dari warga terkait keberadaan dua orang mencurigakan di sekitar area Perumahan Cemara Diamond Townhouse, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang.

Mendapat laporan tersebut, korban langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Saat tiba di kantor pemasaran perumahan, kondisi ruangan diketahui sudah acak-acakan.

Korban mendapati sejumlah barang diduga hilang, termasuk kusen galvalum yang disebut telah dibawa kabur pelaku pencurian.

Tanpa berpikir panjang, korban langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri menuju arah Jalan Raya Cemorokandang. Aksi kejar-kejaran itu berlanjut hingga kawasan bawah fly over dekat Jembatan Amprong.

Di lokasi itulah duel terjadi. Korban yang sendirian berusaha menghadang pelaku. Namun pelaku melakukan perlawanan brutal dan menyerang korban menggunakan senjata tajam.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka tusuk cukup serius di bagian perut. Setelah menusuk korban, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi.

Warga sekitar yang mendengar keributan sempat berdatangan ke lokasi kejadian. Bahkan ada pengendara motor yang mencoba membantu mengejar pelaku, namun pelaku berhasil meloloskan diri dalam kondisi gelap.

Meski mengalami luka parah, korban ternyata masih mampu berjalan menuju rumah keponakannya di kawasan Jalan Santoso untuk meminta pertolongan.

Saat tiba di rumah keluarganya, kondisi korban masih sadar meski tubuhnya dipenuhi darah. Korban bahkan sempat duduk dan meminum air putih sebelum akhirnya kondisinya menurun.

“Korban sempat datang sendiri ke rumah keluarganya dalam kondisi luka parah sebelum dibawa ambulans,” kata warga sekitar.

Tak lama kemudian korban dievakuasi menuju RSSA Malang untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Korban sempat menjalani operasi, namun nyawanya tidak tertolong.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga mengamankan barang bukti berupa kusen galvalum yang diduga hasil curian.

Saat ini Satreskrim Polresta Malang Kota masih memburu pelaku penusukan tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku memiliki ciri-ciri bertubuh tinggi besar sekitar 175 sentimeter, rambut pendek rapi, mengenakan jaket abu-abu, dan kabur menggunakan sepeda motor Yamaha Mio warna biru.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *