Kriminal

Ricuh Pantai Wediawu, Fakta Mengejutkan Terungkap: 31 Wisatawan Positif Narkotika

3
×

Ricuh Pantai Wediawu, Fakta Mengejutkan Terungkap: 31 Wisatawan Positif Narkotika

Share this article
Ricuh Pantai Wediawu, Fakta Mengejutkan Terungkap: 31 Wisatawan Positif Narkotika
Petugas kepolisian menunjukkan kondisi kendaraan wisatawan yang rusak di kawasan Pantai Wediawu. Pada sisi lain, dua mobil terlihat dicoret-coret dan mengalami kerusakan akibat kericuhan.(foto:Humas Polres Malang)

Sudutkota.id – Insiden ricuh di Pantai Wediawu tak hanya menyisakan jejak kekerasan, tetapi juga membuka fakta mengejutkan yang lebih dalam.

Di balik dugaan pengeroyokan dan perusakan yang melibatkan rombongan wisatawan asal Surabaya, aparat kepolisian justru menemukan puluhan orang terindikasi mengonsumsi narkotika.

Kericuhan yang semula dipicu konflik antar wisatawan itu kini melebar ke persoalan serius.

Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi mengungkapkan, hasil pemeriksaan terhadap 69 orang menunjukkan angka yang mencengangkan.

“Sebanyak 31 orang terindikasi positif narkotika. Rinciannya, 21 orang positif ganja, 6 orang sabu, dan 4 orang terdeteksi mengonsumsi keduanya,” tegasnya, Rabu (6/5/2026).

Tes urine dilakukan sebagai bagian dari pengembangan kasus pasca kericuhan. Polisi ingin memastikan kondisi seluruh rombongan, baik yang terlibat langsung maupun yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Hasilnya, temuan narkotika langsung ditangani oleh Satresnarkoba Polres Malang.

Tak berhenti di situ, penanganan kasus ini juga melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Malang untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk opsi rehabilitasi bagi para pengguna sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, 38 orang lainnya yang dinyatakan negatif langsung dipulangkan ke Surabaya menggunakan fasilitas bus yang difasilitasi BPBD Kota Surabaya.

Meski temuan narkotika menjadi sorotan tajam, polisi menegaskan bahwa fokus utama tetap pada pengusutan kasus kekerasan yang memicu kericuhan di kawasan wisata tersebut. Hingga kini, aparat masih memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan perusakan.

“Kami terus melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap pelaku utama dalam insiden ini,” tegas Taat.

Diketahui, peristiwa ini bermula pada Senin (4/5/2026), saat rombongan wisatawan dari Surabaya berlibur ke Pantai Wediawu. Situasi yang awalnya santai berubah panas hingga berujung bentrokan dan perusakan kendaraan.

Di sisi lain, beredar kabar di media sosial bahwa pemicu kericuhan diduga berkaitan dengan nyanyian yang menyinggung kelompok suporter Arema FC atau Aremania.

Namun hingga saat ini, informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat dipastikan kebenarannya oleh pihak kepolisian.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *