DaerahEkonomi Bisnis

Pemkot Malang dan KSP Satukan Langkah, Libatkan Mahasiswa Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

8
×

Pemkot Malang dan KSP Satukan Langkah, Libatkan Mahasiswa Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Share this article
Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman didampingi Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin berfoto bersama mahasiswa Universitas Brawijaya usai sarasehan dan diskusi mengenai penguatan ketahanan pangan nasional. (Foto: Istimewa)

Sudutkota.id – Ketahanan pangan tidak lagi menjadi isu yang hanya dibahas di sektor pertanian semata. Di tengah tantangan global, perubahan iklim, hingga ancaman krisis pangan dunia, pemerintah pusat dan daerah kini mendorong keterlibatan generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia, Jumat (12/6).

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Dudung Abdurachman, saat menghadiri kegiatan sarasehan dan diskusi bersama mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang. Dalam kegiatan yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin tersebut, ketahanan pangan menjadi tema utama yang dibahas bersama kalangan akademisi dan mahasiswa.

Dudung menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam menjaga kedaulatan bangsa. Menurutnya, negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri akan lebih kuat menghadapi berbagai tekanan ekonomi maupun geopolitik global.

“Kita tidak boleh bergantung kepada negara lain dalam urusan pangan. Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Karena itu pemerintah terus mendorong berbagai program strategis untuk meningkatkan produksi, memperkuat distribusi, dan memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat,” ujar Dudung.

Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap sektor pangan sebagai salah satu program prioritas nasional. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, menjadi sangat penting.

Menurut Dudung, mahasiswa memiliki kapasitas besar untuk memberikan kontribusi melalui riset, inovasi teknologi, hingga pengawasan terhadap implementasi program-program pemerintah di lapangan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga hadir memberikan solusi. Kampus memiliki sumber daya intelektual yang luar biasa. Dari kampus dapat lahir berbagai inovasi untuk mendukung produktivitas pertanian, efisiensi distribusi, hingga pengembangan teknologi pangan yang dibutuhkan Indonesia,” katanya.

Dudung juga mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap sektor pertanian yang selama ini sering dianggap kurang menarik. Padahal, menurutnya, sektor tersebut menjadi salah satu penopang utama kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa.

“Kalau pangan kita kuat, bangsa ini kuat. Karena itu saya berharap mahasiswa ikut mengawal dan mendukung program-program pemerintah di bidang pertanian dan ketahanan pangan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Malang siap menyelaraskan berbagai kebijakan daerah dengan program prioritas pemerintah pusat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis perkotaan.

Ali menjelaskan bahwa keterbatasan lahan di perkotaan tidak menjadi hambatan untuk mendukung ketahanan pangan. Pemkot Malang terus mendorong berbagai program inovatif seperti urban farming, pemanfaatan lahan tidur, pengembangan kampung pangan, hingga edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kemandirian pangan.

“Kota Malang memang bukan daerah agraris yang memiliki hamparan sawah luas. Namun kami terus berinovasi melalui pertanian perkotaan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar ketahanan pangan tetap terjaga,” ujar Ali.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sistem pangan yang kuat dan berkelanjutan.

Ali juga menaruh harapan besar kepada mahasiswa Universitas Brawijaya sebagai salah satu kelompok intelektual yang memiliki kemampuan untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami berharap banyak gagasan, penelitian, dan inovasi dari kampus yang bisa diterapkan secara nyata untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, termasuk persoalan pangan,” katanya.

Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari mahasiswa terkait tantangan ketahanan pangan nasional, pemanfaatan teknologi pertanian modern, hingga strategi menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada sektor pangan.

Melalui forum tersebut, Dudung dan Ali Muthohirin berharap terbangun kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan generasi muda dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan. Keterlibatan mahasiswa dinilai menjadi modal penting untuk melahirkan berbagai inovasi yang mampu memperkuat ketahanan pangan Indonesia di masa depan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *