Sudutkota.id – Suasana duka menyelimuti warga Dusun Mbunder, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, setelah seorang pria lanjut usia yang sempat dilaporkan hilang usai berpamitan mencari rumput ditemukan meninggal dunia di dasar sumur tua, Selasa (26/5/2026) petang.
Korban diketahui bernama Sampir (72), warga RT 10 RW 02 Dusun Mbunder. Sebelumnya korban berpamitan kepada keluarga pada, Senin (25/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB untuk mencari rumput pakan ternak di area belakang pabrik rokok TPI. Namun hingga malam hari, korban tak kunjung kembali ke rumah.
Kondisi tersebut membuat pihak keluarga cemas. Bersama warga sekitar, mereka melakukan pencarian hingga larut malam di sejumlah titik area persawahan dan lahan kosong di sekitar dusun. Namun keberadaan korban belum juga ditemukan.
Pencarian kemudian dilanjutkan kembali pada Selasa pagi. Setelah menyisir area sekitar lokasi korban biasa mencari rumput, dua anggota keluarga akhirnya menemukan korban dalam kondisi mengenaskan di dasar sumur tua yang berada di lahan kosong wilayah RT 11 Dusun Mbunder sekitar pukul 17.00 WIB.
Kapolsek Wagir, AKP Sutadi mengatakan dugaan sementara korban terjatuh ke dalam sumur saat sedang mencari rumput di sekitar lokasi kejadian.
“Diduga korban tidak mengetahui adanya sumur tua tersebut karena kondisinya tertutup rerumputan dan alang-alang. Saat mencari rumput kemungkinan korban terperosok ke dalam sumur,” ujar AKP Sutadi, Selasa (26/5/2026).
Penemuan jasad korban sontak membuat warga sekitar geger. Aparat kepolisian bersama BPBD Kabupaten Malang, PMI, Damkar Kabupaten Malang, relawan SAR, perangkat desa hingga warga setempat langsung melakukan proses evakuasi.
Proses evakuasi berlangsung dramatis lantaran kedalaman sumur diperkirakan mencapai 25 hingga 30 meter. Selain sempit, petugas juga harus berhati-hati karena di dalam sumur diduga terdapat kandungan gas beracun yang cukup membahayakan keselamatan tim evakuasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan proses pengangkatan korban membutuhkan waktu cukup lama karena kondisi medan yang sulit.
“Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.17 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Kedalaman sumur diperkirakan sekitar 25 sampai 30 meter,” terang Sadono.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans PMI Kabupaten Malang menuju RSUD Kanjuruhan Kepanjen untuk dilakukan visum luar guna memastikan penyebab kematian.




















