Sudutkota.id – Tragedi berdarah kembali terjadi di jalur nasional Malang–Surabaya. Sebuah truk kontainer menghantam antrean kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah Simpang Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 07.40 WIB.
Kecelakaan beruntun itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka, sekaligus memicu kemacetan panjang di salah satu jalur utama penghubung Malang–Surabaya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal Satlantas Polres Pasuruan, truk kontainer bernomor polisi L 9381 CK yang dikemudikan Agung (34), warga Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, melaju dari arah Malang menuju Surabaya.
Saat memasuki ruas jalan menurun menjelang Simpang Patung Sapi, pengemudi diduga kehilangan kendali sehingga truk melaju tanpa bisa dihentikan dan menghantam kendaraan yang sedang mengantre di lampu merah.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan, Ipda Budi Wira, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Sopir tidak bisa menguasai laju kendaraan sehingga menabrak dari belakang sejumlah sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah,” ujarnya.
Truk kontainer kemudian menghantam secara beruntun lima sepeda motor, yakni Honda Vario merah, Honda Beat, Honda Scoopy, Honda Vario hitam, dan Honda PCX.
Benturan keras membuat para pengendara dan penumpang terpental ke badan jalan. Laju truk baru berhenti setelah menabrak sebuah truk lain yang langsung meninggalkan lokasi kejadian.
Empat korban yang meninggal dunia adalah M. Khoiron (44), warga Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, penumpang Honda Vario, M. Ashif (25) dan saudara kembarnya M. Ashof (25), warga Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, yang merupakan pengendara dan penumpang Honda PCX, serta Ismiyati (38), warga Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, penumpang Honda Scoopy.
“Tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit,” terang Ipda Budi Wira.
Selain korban meninggal, lima orang mengalami luka-luka, yakni M. Mulyadi (40), Rudiyanto (32), Erna Puji Rahayu (29), Robin Adi Saputro (39), dan sopir truk Agung (34).
Para korban langsung dievakuasi ke RS Asih Abyakta Gempol dan RS Mitra Sehat Medika Pandaan untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara seluruh korban meninggal dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi kecelakaan sangat mengenaskan. Sejumlah sepeda motor ringsek akibat terlindas truk kontainer. Pecahan bodi kendaraan, helm, dan barang-barang milik korban berserakan di sepanjang badan jalan.
Petugas Satlantas Polres Pasuruan bersama tim identifikasi segera memasang garis polisi, melakukan pengukuran titik tabrak, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama sehingga arus lalu lintas dari arah Malang menuju Surabaya maupun sebaliknya sempat diberlakukan sistem buka-tutup. Antrean kendaraan mengular beberapa kilometer hingga proses olah TKP selesai dilakukan.
Hingga Selasa sore, penyidik Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan masih memeriksa kondisi teknis truk, termasuk sistem pengereman, serta mengumpulkan keterangan dari pengemudi dan sejumlah saksi.
Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan dan menegaskan seluruh fakta akan dipastikan melalui hasil penyelidikan serta pemeriksaan teknis kendaraan.




















