Politik

Mochamad Nasih Aschal Sebut Wacana Pengembangan Dapil Perlu Kajian dan Analisis

20
×

Mochamad Nasih Aschal Sebut Wacana Pengembangan Dapil Perlu Kajian dan Analisis

Share this article
Mochamad Nasih Aschal Sebut Wacana Pengembangan Dapil Perlu Kajian dan Analisis
Ketua fraksi Nasdem, Mochamad Nasih Aschal saat berada di ruang Fraksi Nasdem.(foto:sudutkota.id/ozy)

Sudutkota.id – Ketua Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Provinsi Jawa Timur, Mochamad Nasih Aschal mengungkapkan, bahwa wacana adanya pengembangan Dapil (Daerah Pilihan) di Pemilu 2029 mendatang, membutuhkan kajian dan analisis dari berbagai pihak terkait.

Meskipun Nasih Aschal tidak memungkiri jika wacana tersebut dilakukan, pihaknya akan memberikan dukungan.

“Ya sekali lagi, bahwa sepanjang itu berdasar dari kajian, dari analisis, tentu secara geografis juga harus dipikirkan, juga efisiensinya. Pengembangan Dapil itu mungkin di satu daerah diperlukan, mengingat ketersediaan anggarannya juga cukup besar dan efektivitasnya juga akan semakin baik,” terang Nasih Aschal, Rabu (17/6/2026).

Namun dalam penyelenggaraan Pemilu, di tempat lain bisa jadi tidak sama. Menurutnya berdasarkan pengalaman dan berbagai macam kajian, sebenarnya real yang ada di bawah itu seperti apa, harus benar-benar dianalisis.

Nasih Aschal menyebutkan bahwa Madura memiliki 4 Kabupaten. Tetapi semua Caleg (Calon Legislatif) Dapil Madura, juga menyasar pada 4 Kabupaten tersebut.

“Ya itu kan sudah ada acuannya, saya rasa perhitungan pemerintah mungkin karena penduduk di Madura tidak sepadat Surabaya atau Sidoarjo. Jadi setiap Caleg diberikan otoritas untuk melakukan kampanye di 4 Kabupaten yang ada di Madura,” tukasnya.

Nasih Aschal kembali mengingatkan, setiap kebijakan tentu membutuhkan kajian yang mendalam, analisis yang tepat dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Jika nantinya pengembangan Dapil dilaksanakan saat Pemilu 2029, tentu kebijakan tersebut sudah melalui proses yang panjang dan pertimbangan yang mendalam.

Termasuk masalah anggaran, masalah geografis daerah masing-masing Dapil. Perlu juga dilakukan review terhadap seberapa efektif pemecahan Dapil ini dan seberapa efisiennya.

“Ada faktor lain yang juga menjadi salah satu pertimbangan, misalkan ketika Madura dipecah menjadi dua Dapil, apakah ketersediaan kursi masih sama. Kira-kira itu akan berdampak secara sosial, terutama bicara tentang bagaimana menjaga kondusifitas masyarakatnya,” tandasnya.

“Saya kira banyak kajian-kajian yang harus di dalami. Seandainya dari hasil kajian itu memang memutuskan untuk kemudian perlu ada pemecahan, tentu kita mendukung. Saya berharap saya masih bisa terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Madura,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *