NasionalPolitik

Prabowo Tegaskan Arah Ekonomi Berbasis Konstitusi di Harlah PKB, Istilah “Prabowonomics” Jadi Sorotan

16
×

Prabowo Tegaskan Arah Ekonomi Berbasis Konstitusi di Harlah PKB, Istilah “Prabowonomics” Jadi Sorotan

Share this article
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. (Foto: BPMI Setpre).

Sudutkota.id – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (23/7/2026), menjadi panggung politik yang menegaskan dukungan PKB terhadap arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar secara terbuka memperkenalkan istilah “Prabowonomics” sebagai representasi tema Harlah tahun ini, “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi”. Menurutnya, istilah tersebut mencerminkan komitmen PKB mengawal arah baru ekonomi nasional yang berlandaskan konstitusi.

“Tema ini sebagai rasa syukur dan kesungguhan PKB untuk terus bersama-sama membawa arah baru ekonomi nasional, untuk terus menjadi kekuatan bangsa yang mandiri dan kokoh berdasarkan kekuatan sendiri. Kami semua PKB terinspirasi dengan semangat dan kesungguhan Bapak Presiden untuk terus mengawal arah baru ekonomi di tengah berbagai tantangan yang tidak mudah, baik geoekonomi maupun geopolitik,” ujar Muhaimin.

Merespons dukungan tersebut, Presiden Prabowo mengaku terharu atas sambutan yang diberikan PKB. Ia menilai dukungan itu menjadi dorongan bagi pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan ekonomi nasional.

“Saya sungguh merasa bahagia dan merasa terharu hadir di acara malam hari ini. Saya terharu karena PKB dalam hari ulang tahunnya dengan begitu tegas menyampaikan dukungan kepada arah baru ekonomi kita,” kata Prabowo.

Namun, Presiden menegaskan bahwa gagasan yang kini disebut sebagai “Prabowonomics” bukanlah konsep ekonomi baru ataupun pemikiran pribadi. Menurutnya, seluruh arah kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah berakar pada cita-cita para pendiri bangsa dan amanat Undang-Undang Dasar 1945.

“Keyakinan saya terhadap cita-cita pendiri bangsa. Keyakinan saya terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945. Keyakinan saya terhadap Undang-Undang Dasar negara kita, terutama Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945. Gagasan saya tidak ada yang baru. Gagasan saya hanya ingin menegakkan Undang-Undang Dasar kita,” tegas Prabowo.

Ia menambahkan, pembangunan ekonomi Indonesia harus memastikan kekayaan nasional dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Kalau kita setia kepada amanat konstitusi, maka kekayaan bangsa harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Itu yang menjadi pegangan saya,” ujar Presiden.

Meski demikian, istilah “Prabowonomics” diperkirakan akan menjadi ruang diskusi di kalangan akademisi dan pelaku ekonomi. Pasalnya, hingga kini pemerintah belum menjelaskan secara komprehensif parameter maupun instrumen yang menjadi pembeda konsep tersebut dibandingkan kebijakan ekonomi nasional yang telah berjalan sebelumnya.

Selain pidato politik, peringatan Harlah PKB diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PKB, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta pembacaan Ijtima Ulama Indonesia. PKB juga memberikan penghargaan kepada lima perwakilan Kiai Khos sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusi para ulama terhadap perjalanan partai.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *