Sudutkota.id – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, ratusan calon jamaah haji (CJH) Kota Malang terus dimatangkan, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga kesehatan dan kesiapan mental. Momentum itu tampak dalam kegiatan doa bersama yang digelar KBIHU RSI Aisyiyah Malang di Masjid Al Ikhlas Malang, Jalan Raya Langsep, Bareng, Sabtu (18/4).
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan menyeluruh. Ia mengingatkan para jamaah untuk menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik Kota Malang selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kesempatan berhaji adalah panggilan mulia. Jaga niat, jaga kesehatan, dan jaga nama baik Kota Malang di hadapan jamaah dari seluruh dunia,” tegasnya dalam sambutan.
Data yang dihimpun menyebutkan, sebanyak 1.203 CJH asal Kota Malang dijadwalkan mulai diberangkatkan pada 23 April mendatang. Untuk memastikan kesiapan tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Kemenag Kota Malang bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif, khususnya pada aspek kesehatan jamaah.
Dari sisi medis, Dinas Kesehatan Kota Malang memastikan seluruh jamaah telah mengantongi vaksinasi wajib, yakni meningitis dan polio. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyebutkan bahwa seluruh jamaah yang berjumlah lebih dari seribu orang itu telah tervaksinasi.
“Semua sudah kami pastikan mendapatkan vaksin, baik meningitis maupun polio, sebagai syarat wajib keberangkatan,” ujarnya.
Tak hanya itu, jamaah juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh di puskesmas. Bagi yang terindikasi memiliki penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes, langsung dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan ke RSUD Kota Malang guna memastikan kondisi mereka tetap terkontrol.
Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar penentuan kategori kelayakan jamaah, yakni istithaah dan istithaah dengan pendampingan. Dari total jamaah, sekitar 60 persen masuk kategori membutuhkan pendampingan, sementara 40 persen dinyatakan mampu secara mandiri.
Koordinasi lintas sektor pun diperkuat. Kemenag Kota Malang menggandeng Dinkes serta 16 puskesmas untuk memastikan pengawasan kesehatan berjalan optimal hingga hari keberangkatan. Jamaah juga diimbau menjaga kondisi fisik dengan pola makan sehat, konsumsi vitamin, serta olahraga ringan.
Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Subhan, menambahkan bahwa setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi dua tenaga kesehatan.
“Total ada enam tenaga kesehatan, terdiri dari tiga dokter dan tiga perawat. Mereka berasal dari puskesmas dan didukung tenaga medis dari RSUD Dr Saiful Anwar,” jelasnya.
Selain itu, enam petugas Kemenag dan tiga Petugas Haji Daerah (PHD) juga akan turut mendampingi jamaah. Para petugas tersebut telah melalui proses seleksi dan pembekalan, termasuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemerintah Kota Malang optimistis seluruh CJH dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, aman, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.





















