Sudutkota.id – Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran di Jalan Adityawarman, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, bertambah menjadi dua orang setelah satu korban sempat kritis akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.
Korban terbaru diketahui bernama Sri Indah (33), seorang asisten rumah tangga (ART). Ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang.
Sri Indah sebelumnya dalam kondisi kritis akibat luka dan sesak napas yang dideritanya saat kebakaran terjadi. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 18 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIB.
Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono membenarkan kabar tersebut.
“Korban atas nama Sri Indah, ART berusia 33 tahun. Sebelumnya dalam kondisi kritis, dinyatakan meninggal dunia di RSUD Jombang,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Edy menyebut sebelumnya, satu korban lain bernama Maya (23) juga meninggal dunia di lokasi kejadian. Ia diduga tewas akibat menghirup asap tebal saat kebakaran berlangsung.
Kedua korban diketahui merupakan asisten rumah tangga yang berada di dalam rumah saat insiden terjadi.
Jenazah Sri Indah telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Dusun Bendungrejo, Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Peristiwa kebakaran rumah di Kaliwungu Jombang ini terjadi pada Jumat, 17 April 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, api diduga berasal dari korsleting listrik pada perangkat AC di ruang tengah rumah milik Tomi Yulianto.
Sebanyak tujuh orang penghuni rumah berhasil dievakuasi. Namun, beberapa di antaranya mengalami sesak napas akibat asap tebal dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Jombang.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WIB setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan barang bukti berupa sisa AC yang terbakar. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Akibat insiden tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 200 juta,” tutur Edy.
Kapolsek Jombang mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik rumah tangga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.





















