DaerahPeristiwa

Letupan Kembali Terjadi di Oro-oro Kesongo Blora, Warga Diminta Tak Dekati Kawah

4
×

Letupan Kembali Terjadi di Oro-oro Kesongo Blora, Warga Diminta Tak Dekati Kawah

Share this article
Aktivitas letupan lumpur kembali terjadi di kawasan Oro-oro Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jumat (7/8/2026). Fenomena yang dikenal warga sebagai "kurdo" itu terjadi lima kali hingga menjelang siang dengan intensitas sedang. (Foto: Sudutkota.id/Farros).

BLORA, Sudutkota.id – Aktivitas letupan lumpur kembali terjadi di kawasan Objek Wisata Geologi Oro-oro Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jumat (7/8/2026) pagi. Hingga pukul 11.24 WIB, fenomena alam yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan “kurdo” itu tercatat telah terjadi sebanyak lima kali dengan intensitas sedang.

Kapolsek Jati AKP Suyadi mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, semburan pertama terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dengan ketinggian mencapai 10 hingga 15 meter.

“Semburan kedua terjadi pada pukul 06.50 WIB, kemudian letupan ketiga sekitar pukul 07.15 WIB. Setiap letupan berlangsung kurang lebih lima menit. Hingga pukul 11.24 WIB, sudah terjadi lima kali semburan,” kata AKP Suyadi, Jumat (7/8/2026).

Menurut dia, semburan lumpur yang terjadi pada Jumat pagi tersebut masih berskala kecil dan tidak sebesar sejumlah kejadian pada tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mendekati lokasi semburan karena terdapat potensi munculnya gas beracun yang dapat menyertai letupan lumpur.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengimbau warga tetap waspada dan tidak mendekat untuk mengantisipasi gas beracun yang muncul bersamaan dengan semburan lumpur,” ujarnya.

Untuk mencegah masyarakat mendekati titik semburan, petugas kepolisian telah memasang garis polisi di sekitar lokasi guna membatasi akses ke kawasan tersebut.

Fenomena semburan lumpur di kawasan Oro-oro Kesongo bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan catatan, letupan besar pernah terjadi pada 27 Agustus 2020 yang mengakibatkan empat orang mengalami keracunan, sementara 18 ekor kerbau dilaporkan hilang.

Selanjutnya, pada 21 September 2021 kembali terjadi semburan lumpur tanpa menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada 11 April 2023. Dalam kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia akibat menghirup gas beracun yang muncul dari kawasan semburan.

Kemudian pada 3 Desember 2024, Kawah Kesongo kembali mengalami 10 kali letupan dengan ketinggian semburan lumpur antara 8 hingga 20 meter. Letupan di kawasan objek wisata geologi tersebut terjadi sejak sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu tercatat empat kali semburan, kemudian kembali terjadi satu kali letupan sekitar pukul 10.25 WIB. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepolisian mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk mematuhi peringatan petugas dan tidak mendekati kawasan kawah hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman guna menghindari risiko paparan gas beracun yang dapat muncul sewaktu-waktu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *