Daerah

Khofifah Pastikan Jatim Siap Wujudkan Pelabuhan Green dan Smart

22
×

Khofifah Pastikan Jatim Siap Wujudkan Pelabuhan Green dan Smart

Share this article
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan pada kegiatan GSPI ASRI 2026 di Pelabuhan PT Petrokimia Gresik. (Foto: HMS)

Sudutkota.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung transformasi pelabuhan menuju sistem yang ramah lingkungan, cerdas, efisien, dan berdaya saing guna memperkuat logistik nasional serta ketahanan pangan.

GRESIK, Sudutkota.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung transformasi pelabuhan menuju konsep green and smart port yang lebih efisien, modern, dan kompetitif.

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan pada kegiatan Green, Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026 di Dermaga C PT Petrokimia Gresik, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Perdagangan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perhubungan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Wakil Menko Pangan, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, serta Bupati Gresik.

Khofifah mengatakan konsep pelabuhan hijau dan pintar akan memperkuat kelancaran distribusi barang, rantai pasok, hingga sektor logistik nasional, terutama untuk mendukung kawasan Indonesia Timur.

“Begitu juga swasembada pangan yang menjadi cita-cita bangsa ini akan terwujud bila didukung infrastruktur, salah satunya pelabuhan yang smart dan kompetitif,” ujar Khofifah.

Menurutnya, penerapan konsep tersebut memberikan manfaat dari sisi lingkungan, teknologi, operasional, hingga peningkatan daya saing ekonomi. Karena itu, Pemprov Jawa Timur akan terus mendorong operator pelabuhan menerapkan pengelolaan yang lebih ramah lingkungan.

“Pelabuhan yang green dan smart akan memperlancar rantai pasok sehingga sektor logistik menjadi lebih efisien,” katanya.

Khofifah menjelaskan penerapan green port dapat dilakukan melalui penggunaan energi listrik dan energi terbarukan, alat pelabuhan berbasis listrik, lampu LED, sistem cold ironing bagi kapal yang bersandar, hingga pengelolaan energi yang lebih hemat.

Selain itu, pengelolaan limbah melalui sistem daur ulang dan pengolahan sampah menjadi kompos dinilai mampu mendukung pelestarian ekosistem laut dan kawasan pesisir.

Sementara pada aspek smart port, digitalisasi dilakukan melalui otomatisasi bongkar muat, pelacakan kontainer secara real time, perizinan daring, pembayaran nontunai, serta penerapan single window system untuk mempercepat arus barang dan menekan biaya logistik.

Khofifah menambahkan, modernisasi pelabuhan juga diyakini mampu menarik investasi, meningkatkan daya saing pelayaran internasional, sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada hasil produksi, tetapi juga ditentukan oleh sistem logistik yang andal.

“Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menambahkan, GSPI ASRI menjadi wadah untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing, mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

GSPI merupakan program asesmen pelabuhan yang bertujuan meningkatkan kinerja melalui penerapan teknologi digital dan praktik ramah lingkungan. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek manajemen, efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, digitalisasi, integrasi teknologi, serta inovasi pengelolaan pelabuhan sesuai pedoman Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan Penghargaan Green and Smart Port 2025 kepada delapan perusahaan, di antaranya PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan sejumlah fasilitas Pelabuhan Petrokimia Gresik oleh Menko Pangan bersama jajaran kementerian dan Gubernur Jawa Timur untuk melihat implementasi keberlanjutan, keselamatan, efisiensi operasional, dan digitalisasi pelabuhan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *