DaerahKriminal

Kepala SMPN 1 Blora Benarkan Empat Siswa Terlibat Dugaan Perundungan, Anak Anggota DPRD Disebut

4
×

Kepala SMPN 1 Blora Benarkan Empat Siswa Terlibat Dugaan Perundungan, Anak Anggota DPRD Disebut

Share this article
Kepala Sekolah SMPN 1 Blora Ainur Rofiq. (Foto: Sudutkota.id/Farros)

BLORA, Sudutkota.id – Kepala SMPN 1 Blora, Ainur Rofiq, membenarkan adanya dugaan perundungan terhadap seorang siswa di lingkungan sekolahnya. Dalam kejadian tersebut, terdapat empat siswa yang diduga sebagai pelaku serta beberapa siswa lain yang disebut ikut terlibat.

Rofiq mengatakan, pihak sekolah pada Sabtu belum dapat melakukan penanganan secara maksimal karena bertepatan dengan rapat komite. Saat itu, pihak sekolah hanya mengantarkan korban ke Rumah Sakit DKT untuk mendapatkan pengobatan.

“Pada hari Sabtu kita juga belum bisa berbuat apa-apa karena saat itu ada rapat komite. Jadi pihak sekolah hanya mengantarkan korban ke RS DKT,” ujar Rofiq dalam wawancara (13/8/2026).

Penanganan kemudian dilakukan pada Senin dengan mengumpulkan sejumlah siswa untuk dimintai keterangan. Guru Bimbingan Konseling (BK) juga telah melakukan konfirmasi awal terkait kejadian tersebut.

Menurut Rofiq, pihak sekolah sempat berupaya melakukan mediasi karena masih terdapat sejumlah informasi yang perlu dikonfirmasi. Orang tua korban dan orang tua siswa yang diduga terlibat kemudian diundang untuk mengikuti mediasi pada Selasa pukul 09.00 WIB.

Namun, hingga pukul 10.00 WIB, orang tua yang diundang belum datang. Setelah dihubungi, pihak sekolah mendapat informasi bahwa pihak korban memilih melaporkan kejadian tersebut ke Polres Blora.

“Setelah melaporkan ke Polres, saya sampaikan kepada anak-anak dan orang tua yang terlibat. Si korban memilih melaporkan ke Polres,” katanya.

Setelah laporan dibuat, Rofiq bersama guru BK kemudian mendatangi rumah korban pada Selasa untuk melakukan pengecekan terhadap informasi yang diterima pihak sekolah.

“Tujuan kita berkunjung ke tempat korban untuk mengonfirmasi kejadian tersebut karena masih sepihak,” jelasnya.

Rofiq menyebut terdapat empat siswa yang diduga sebagai pelaku. Selain itu, terdapat beberapa siswa lain yang disebut terlibat dalam kejadian tersebut, namun tidak dikategorikan sebagai pelaku utama. Seluruh siswa yang terlibat disebut merupakan siswa kelas IX.

Rofiq juga membenarkan informasi bahwa salah satu siswa yang diduga terlibat merupakan anak dari anggota DPRD Blora berinisial PR.

Terkait kronologi, Rofiq mengatakan berdasarkan keterangan yang diperoleh pihak sekolah, persoalan tersebut bermula ketika korban memasang jebakan air di pintu hingga membuat sejumlah siswa menjadi basah.

“Korban memasang jebakan air di pintu sehingga membuat para pelaku mendapati basah karena ulah si korban. Dan korban juga menjadi korban dari hal itu, namun tidak mengetahui siapa yang memasang jebakan si korban itu,” ungkapnya.

Hingga saat ini, korban disebut belum kembali masuk sekolah. Sementara siswa yang diduga terlibat masih mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.

Terkait sanksi terhadap siswa yang diduga terlibat, pihak sekolah belum menentukan langkah karena perkara tersebut telah dilaporkan ke Polres Blora.

“Untuk terkait sanksi kita belum tahu karena ini tembusannya Polres. Kalau dulu kan mediasi,” ujarnya.

Rofiq mengakui pihak sekolah sebelumnya telah melakukan pengawasan terhadap lingkungan sekolah. Namun, kejadian tersebut menjadi evaluasi karena terjadi pada waktu yang dianggap rawan, yakni saat jam istirahat.

“Walaupun dulu sekolahan sudah dalam pengawasan ketat, tapi saat ini masih kecolongan karena waktu yang rawan itu waktu istirahat murid,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, pihak sekolah kini menempatkan petugas di sejumlah titik yang dianggap rawan selama jam istirahat. Sekolah juga berencana menambah kamera pengawas atau CCTV di lingkungan sekolah.

“Saya akan perbanyak lagi untuk CCTV, kemudian tempat-tempat yang rawan itu ada petugas yang menjaga,” pungkas Rofiq.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *