Daerah

Panen Tembakau Jombang Capai 51,82 Persen, Harga Tertinggi Rp50 Ribu per Kg

9
×

Panen Tembakau Jombang Capai 51,82 Persen, Harga Tertinggi Rp50 Ribu per Kg

Share this article
Panen Tembakau Jombang Capai 51,82 Persen, Harga Tertinggi Rp50 Ribu per Kg
Tanaman tembakau petani di Jombang.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Harga tembakau di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, saat ini mencapai Rp50.000 per kilogram untuk kualitas non-gula.

Sementara harga tembakau rajangan berada di kisaran Rp42.000 hingga Rp50.000 per kilogram, tergantung kualitas, campuran gula, dan permintaan pabrik.

Dinas Pertanian Kabupaten Jombang mencatat luas tanam tembakau pada 2026 mencapai 6.327,70 hektare. Dari luasan tersebut, sebanyak 3.279,14 hektare atau sekitar 51,82 persen telah dipanen.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Moch. Roni, mengatakan sebagian lahan tembakau lainnya masih dalam proses menuju panen hingga Oktober 2026.

“Harga rajangan Rp42 ribu sampai Rp50.000, tergantung campur gula apa tidak, juga tergantung permintaan pabrik,” terang Roni, Minggu (27/9/2026).

Menurut Roni, mayoritas lahan tembakau di Kabupaten Jombang berada di wilayah utara Sungai Brantas. Terdapat lima kecamatan dengan luas tanam tembakau yang cukup besar.

“Di Kecamatan Plandaan, luas tanam tembakau mencapai 991,33 hektare, dengan luas panen 297,40 hektare. Seluruh tanaman diperkirakan selesai dipanen pada awal Oktober 2026,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Kecamatan Ploso memiliki luas tanam 1.350 hektare, dengan luas panen mencapai 1.080 hektare. “Panen keseluruhan diperkirakan selesai pada akhir September 2026,” ucapnya.

Sementara di Kecamatan Kabuh, luas tanam tembakau mencapai 2.633 hektare dan luas panen baru 922 hektare. Panen keseluruhan diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober 2026.

“Untuk Kecamatan Ngusikan, luas tanam tercatat 328,37 hektare, dengan luas panen 262,696 hektare. Dan panen diperkirakan selesai pada akhir September 2026,” tuturnya.

Sedangkan Kecamatan Kudu memiliki luas tanam 1.025 hektare, dengan luas panen 718 hektare. Panen keseluruhan juga diperkirakan selesai pada akhir September 2026.

“Jadi total luas tanam tembakau di Kabupaten Jombang seluas 6.327,70 hektare dengan luas panen tembakau seluas 3.279,14 hektare, prosentase panen keseluruhan 51,82 persen di Kabupaten Jombang,” ujarnya.

Dan untuk hasil panen tembakau tahun ini. Menurutnya, kualitas tanaman tembakau di wilayahnya lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tanaman tembakau redemanya bagus dibandingkan dengan tahun lalu. Dalam 1 kwintal bisa keluar 18–20 kilogram kalau di ranjang, dan harganya juga bagus tahun ini,” terangnya.

Harga tembakau rajangan kering bervariasi mulai dari Rp37.000, Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram. Sedangkan untuk tembakau kualitas non-gula, harga jualnya dapat mencapai Rp50.000 per kilogram.

“Harga ini menjadi kabar positif bagi petani di tengah berlangsungnya musim panen tembakau di Kabupaten Jombang. Dengan sebagian lahan masih belum dipanen, aktivitas panen diperkirakan terus berlangsung hingga Oktober 2026,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *