JAKARTA, Sudutkota.id – Peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi perhatian Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher.
Pemerintah dinilai tidak cukup hanya menyiapkan layanan pengobatan ketika warga sudah mengalami gangguan pernapasan, tetapi perlu mengendalikan berbagai faktor yang memicu penyakit tersebut.
Kelompok rentan seperti balita, anak-anak, dan lanjut usia (lansia) dinilai membutuhkan perlindungan lebih karena memiliki risiko lebih besar ketika kualitas udara memburuk. Karena itu, penanganan ISPA menurut Netty harus dimulai dari pencegahan, bukan semata-mata pengobatan.
“Ketika kasus ISPA meningkat, kita tidak cukup hanya meminta masyarakat berobat. Faktor lingkungan dan kualitas udara juga harus menjadi perhatian. Perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan pendekatan dari hulu sampai hilir,” tegas Netty, Senin (24/8/2026).
Netty meminta fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas, diperkuat agar mampu mendeteksi dan menangani kasus ISPA sejak dini. Edukasi kepada masyarakat juga perlu diperluas agar orang tua tidak menganggap batuk atau sesak napas pada anak sebagai keluhan biasa.
“Jangan anggap semua batuk dan sesak sebagai keluhan ringan. Pada anak, ISPA dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Orang tua perlu mengetahui tanda bahayanya dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika kondisi memburuk,” ujarnya.
Di luar layanan kesehatan, Netty menilai pemerintah harus lebih serius mengendalikan sumber polusi. Pemantauan kualitas udara perlu diperkuat, terutama di kawasan dengan kepadatan kendaraan dan aktivitas industri yang tinggi. Langkah tersebut harus disertai pengawasan terhadap sumber pencemar agar beban kesehatan masyarakat tidak terus meningkat.
Pada tingkat keluarga, masyarakat juga perlu mengurangi paparan terhadap faktor yang memperburuk kondisi pernapasan. Penggunaan masker ketika kualitas udara buruk, menjauhkan anak dari asap rokok, serta memastikan kebutuhan gizi terpenuhi menjadi bagian dari upaya perlindungan, khususnya bagi kelompok rentan.
Netty menilai persoalan ISPA tidak dapat diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan. Pemerintah pusat dan daerah, sektor lingkungan, dunia usaha, sekolah, hingga keluarga perlu bergerak dalam satu strategi pencegahan.
“Yang kita inginkan bukan sekadar menangani pasien ISPA sebanyak-banyaknya, tetapi mencegah agar masyarakat tidak jatuh sakit dan memastikan kelompok rentan mendapatkan perlindungan yang optimal,” pungkas legislator Dapil Jawa Barat I tersebut.




















