Nasional

Bantuan Bencana NTT Disebut Cukup, Marwan Soroti Distribusi ke Wilayah Sulit Dijangkau

16
×

Bantuan Bencana NTT Disebut Cukup, Marwan Soroti Distribusi ke Wilayah Sulit Dijangkau

Share this article
Bantuan Bencana NTT Disebut Cukup, Marwan Soroti Distribusi ke Wilayah Sulit Dijangkau
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang meninjau penanganan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Posko Utama Penanganan Darurat Bencana, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.(Foto:sudutkota.id/dok. DPR RI)

JAKARTA, Sudutkota.id – Persoalan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan lagi semata soal ketersediaan stok. Tantangan terbesar kini berada pada bagaimana logistik yang sudah tersedia dapat menembus wilayah terdampak yang tersebar dan sulit dijangkau.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang mengatakan stok bantuan untuk kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat masih mencukupi. Sejumlah bantuan telah ditempatkan di Labuan Bajo, lokasi pengungsian, serta beberapa titik di kabupaten terdampak.

“Dari sisi kebutuhan masyarakat, stoknya sudah memadai, selain yang ada di lokasi, baik Labuan Bajo maupun di titik-titik beberapa pengungsian, beberapa kabupaten ini, sudah memadai. Tinggal bagaimana memaksimalkan distribusi,” ujar Marwan saat ditemui di Posko Utama Penanganan Darurat Bencana di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (23/8/2026).

Kondisi geografis NTT menjadi salah satu hambatan utama. Jarak antarlokasi dan akses yang terbatas membuat bantuan tidak selalu dapat dikirim menggunakan kendaraan berukuran besar. Karena itu, pemerintah mulai menggunakan cara yang lebih fleksibel dengan melibatkan masyarakat dalam distribusi.

Bantuan bahkan diantar menggunakan sepeda motor untuk menjangkau titik yang tidak bisa dilalui kendaraan besar. Menurut Marwan, keterlibatan warga menjadi bagian penting untuk mempercepat distribusi hingga ke wilayah yang berada di luar jangkauan kendaraan logistik.

“Kami dapat juga penjelasan tadi bahwa lokasi yang sulit dijangkau ini, pemerintah sudah mengambil langkah melibatkan masyarakat. Bahkan diantar lewat sepeda motor, melibatkan masyarakat, bukan saja pemerintah,” katanya.

Kepala BNPB Suharyanto membenarkan bahwa sebaran lokasi pengungsian menjadi salah satu persoalan dalam distribusi bantuan. Meski demikian, BNPB terus menyalurkan logistik secara bertahap dengan memanfaatkan berbagai jalur transportasi.

“Di samping jalur udara, kami juga mengerahkan sepeda motor. Ojek-ojek ini mengambil logistik di posko, kemudian kami libatkan untuk masuk ke lokasi-lokasi terdampak,” jelas Suharyanto.

Hingga saat ini, BNPB mencatat 954 ton logistik telah disalurkan. Sebanyak 651,4 ton dikirim dari Labuan Bajo ke sejumlah wilayah terdampak, sementara lebih dari 300 ton lainnya disalurkan melalui Maumere. Pemerintah memastikan distribusi tetap dilanjutkan, terutama ke lokasi yang aksesnya masih terbatas.

Marwan berharap percepatan distribusi dapat membuat masyarakat segera melewati masa tanggap darurat dan masuk ke tahap pemulihan, rehabilitasi, serta rekonstruksi. Menurutnya, keberadaan stok bantuan baru akan benar-benar berarti apabila dapat sampai kepada warga yang membutuhkan.

“Mudah-mudahan dengan sigapnya pemerintah yang dikoordinasikan oleh Pak Kepala BNPB ini, mudah-mudahan masyarakat tertangani dengan baik dan segera pulih,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *