Daerah

Jalan Rusak di Jombang Mulai Dibenahi 2026, Ini Titik Lokasi dan Nilai Proyeknya

3
×

Jalan Rusak di Jombang Mulai Dibenahi 2026, Ini Titik Lokasi dan Nilai Proyeknya

Share this article
Jalan Rusak di Jombang Mulai Dibenahi 2026, Ini Lokasi dan Nilai Proyeknya
Perbaikan jalan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Jombang. (foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang memprioritaskan perbaikan jalan Jombang 2026 pada sejumlah ruas strategis guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Program ini difokuskan pada jalan dengan tingkat kerusakan tinggi serta memiliki peran penting dalam distribusi barang dan mobilitas warga di berbagai kecamatan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang mencatat terdapat lima paket Proyek Strategis Daerah (PSD) Jombang 2026 yang akan dikerjakan tahun ini.

Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menjelaskan penentuan prioritas dilakukan melalui kajian teknis mendalam di lapangan.

“Penetapan lokasi didasarkan pada tingkat kerusakan jalan, kepadatan lalu lintas, fungsi ruas dalam jaringan kabupaten, serta kontribusinya terhadap sektor pertanian, perdagangan, dan industri,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Menurut Imam, pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan keberlanjutan infrastruktur.

“Kami tidak hanya mengejar perbaikan permukaan jalan, tetapi juga memastikan aspek keamanan, ketahanan terhadap kondisi lingkungan, serta efisiensi pemeliharaan jangka panjang,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, PUPR Jombang menggunakan kombinasi teknologi seperti hotmix dan rigid pavement (beton) untuk menyesuaikan karakteristik beban lalu lintas.

Berikut daftar ruas jalan yang masuk program pembangunan jalan Jombang 2026:

Cukir–Mojowarno (Rp 1,18 miliar)
Pekerjaan meliputi pelapisan hotmix dua lapis, pelebaran bahu jalan, dan pembangunan tembok penahan di titik rawan longsor.

Mojoagung–Mojoduwur (Rp 2,77 miliar)
Difokuskan pada peningkatan kualitas jalan dengan volume kendaraan tinggi sebagai penghubung kawasan permukiman dan pusat ekonomi.

Mojolegi–Panglungan Wonosalam (Rp 1,90 miliar), mencakup pelebaran bahu jalan, pelapisan hotmix, serta pembangunan struktur penahan untuk meningkatkan keamanan.

Gebangbunder–Plandaan (Rp 2,65 miliar), menggunakan konstruksi beton untuk menangani kerusakan berat dan memperpanjang usia jalan.

Made–Asemgede Ngusikan (Rp 2,66 miliar), dikerjakan dengan kombinasi rigid pavement dan hotmix serta penguatan struktur di sejumlah titik.

Bustomi memastikan seluruh proyek infrastruktur jalan Jombang akan dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan yang transparan dengan pengawasan ketat.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan agar sesuai spesifikasi, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya pun menjelaskan, bahwa Pemkab berharap perbaikan jalan di Jombang ini mampu meningkatkan kemantapan jalan secara signifikan.

“Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas masyarakat akan semakin lancar dan biaya distribusi barang bisa ditekan,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *