Daerah

IJTI Jombang Latih Santriwati Ponpes Al Lathifiyyah 2 Tambakberas Tangkal Hoaks

35
×

IJTI Jombang Latih Santriwati Ponpes Al Lathifiyyah 2 Tambakberas Tangkal Hoaks

Share this article
IJTI Jombang Latih Santriwati Ponpes Al Lathifiyyah 2 Tambakberas Tangkal Hoaks
Suasana pelatihan jurnalistik dasar modern di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.idIkatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Jombang menggelar program IJTI Goes to School di Pondok Pesantren Al Lathifiyyah 2 Tambakberas, Kabupaten Jombang, Selasa (16/6/2026).

Mengusung tema “Jurnalistik Modern 2026”, kegiatan ini bertujuan membekali para santriwati dengan keterampilan jurnalistik yang adaptif, kredibel, serta mampu menjadi benteng dalam menangkal penyebaran hoaks di era digital.

Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut dibuka langsung oleh Pengasuh Ponpes Al Lathifiyyah 2, Nyai Hj. Awin Tammah. Turut hadir perwakilan IJTI Jombang, Mukhtar Bagus, jurnalis senior MNC Group yang menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Nyai Hj. Awin Tammah mengapresiasi langkah IJTI Jombang yang memberikan edukasi jurnalistik kepada para santriwati.

Menurutnya, kemampuan memilah dan memproduksi informasi yang benar menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada IJTI Jombang yang telah berbagi ilmu kepada para santriwati. Semoga kegiatan ini menjadi bekal yang bermanfaat untuk menghadapi tantangan perkembangan media digital,” ujar Nyai Awin.

Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap materi yang diberikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Diharapkan semua santriwati dapat menyerap ilmu jurnalistik yang bermanfaat ini dengan baik, sehingga ke depan mereka mampu memproduksi dan memilah informasi yang kredibel serta tegas menangkal penyebaran hoaks,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan IJTI Jombang, Mukhtar Bagus, mengatakan santri memiliki potensi besar untuk menjadi agen penyebar informasi positif di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemahaman jurnalistik yang baik dapat membantu generasi muda memahami cara kerja media sekaligus menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

“Saat ini siapa saja bisa membuat dan menyebarkan informasi. Karena itu, kemampuan melakukan verifikasi menjadi sangat penting agar tidak mudah terjebak hoaks maupun disinformasi,” kata Mukhtar.

Ia menambahkan, kehadiran santri di ruang digital harus mampu membawa nilai-nilai edukatif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami berharap para santriwati tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten yang berkualitas, bermanfaat, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebut bahwa dalam pelatihan kali ini, para peserta mendapatkan materi yang memadukan teori dan praktik jurnalistik modern.

Santriwati diajarkan teknik mencari informasi, melakukan verifikasi data, serta menyusun berita yang objektif dan menarik dibaca.

“Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan fotografi jurnalistik untuk menghasilkan foto berita yang informatif dan memiliki nilai visual.

Materi lainnya meliputi teknik berbicara di depan kamera, dasar-dasar videografi, hingga visual storytelling yang kini menjadi bagian penting dalam dunia media digital,” tuturnya.

“Dan sebagai sesi penutup, para peserta mengikuti simulasi pembuatan podcast dan praktik reportase layaknya jurnalis profesional,” sambung Mukhtar.

Mukhtar menegaskan program IJTI Goes to School akan terus digelar sebagai bentuk kontribusi organisasi profesi jurnalis dalam meningkatkan literasi media di kalangan pelajar dan santri.

“Literasi media tidak hanya menjadi kebutuhan jurnalis, tetapi juga masyarakat secara umum. Melalui kegiatan ini kami ingin melahirkan generasi muda yang kritis, cerdas, dan cakap digital,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *