Sudutkota.id – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemprov Jatim menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK di Pulau Madura, termasuk di Pamekasan.
Menurutnya, langkah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tersebut patut diapresiasi. Sebab setiap wilayah memiliki potensi sumber daya alam dan kearifan lokal yang berbeda-beda.
“KEK ini sangat bagus. Di Madura sendiri tiap daerah punya kekayaan alam yang tidak sama. Dengan adanya KEK, pemetaan potensi antar daerah jadi lebih jelas sehingga pemerintah bisa fokus mengembangkannya,” ujar Harisandi di Surabaya, Jumat (24/7/2026).
Legislator dari Dapil Madura itu menyebut, penetapan KEK akan membantu mengoptimalkan keunggulan masing-masing wilayah di Madura yang terdiri dari ribuan pulau kecil.
Harisandi menilai masyarakat Madura sudah memiliki keahlian sesuai kondisi wilayahnya. Karena itu KEK bisa menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas mereka.
“Misalnya warga yang tinggal di daerah perbukitan sudah terbiasa jadi tukang batu. Kalau daerahnya punya wisata alam, masyarakatnya sudah pandai membuat kerajinan tangan, jualan buah lokal. Intinya tanpa pelatihan khusus pun mereka sudah ahli di bidangnya,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan KEK benar-benar memberi dampak langsung bagi warga sekitar.
“Tujuannya agar masyarakat setempat bisa terlibat dan ikut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Madura. Selain itu juga menarik minat investor dan industri lain untuk masuk,” katanya.
Politisi PKS ini juga menyoroti kekayaan Madura yang tidak hanya terbatas pada tembakau dan garam.
“Di Madura ada warisan budaya kerajaan di Sumenep, pantai yang indah, fenomena api abadi, bahkan ada daerah dengan kualitas udara terbaik di dunia. Semua ini bisa jadi daya tarik investasi dan wisata kalau dikelola lewat skema KEK,” jelasnya.
Ia berharap KEK di Pamekasan dan wilayah Madura lainnya bisa menjadi pondasi baru penguatan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.




















