Ekonomi Bisnis

EMBA Buka Suara! Patahkan Mitos ‘Embong Bandulan’, Ungkap Sejarah Asli Brand Legendaris Asal Malang

3
×

EMBA Buka Suara! Patahkan Mitos ‘Embong Bandulan’, Ungkap Sejarah Asli Brand Legendaris Asal Malang

Share this article
EMBA Buka Suara! Patahkan Mitos 'Embong Bandulan', Ungkap Sejarah Asli Brand Legendaris Asal Malang
Produk-produk fashion EMBA dipajang di salah satu gerai penjualan. PT EMBA Group menegaskan bahwa nama merek EMBA bukan merupakan singkatan dari "Embong Bandulan", melainkan identitas brand yang telah digunakan sejak 1982.(foto:sudutkota.id/istimewa)

Sudutkota.id – Selama bertahun-tahun publik mengenal cerita bahwa nama EMBA merupakan singkatan dari Embong Bandulan, sebuah kawasan di Kota Malang. Narasi tersebut telanjur menyebar luas di media sosial, berbagai situs internet, bahkan ikut dikutip oleh sejumlah platform berbasis kecerdasan buatan (AI).

Namun, pada Selasa (21/7/2026), PT EMBA Group akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Perusahaan menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar dan bukan bagian dari sejarah lahirnya merek EMBA.

Manajemen EMBA Group menyatakan, nama EMBA sejak awal memang dipilih sebagai identitas merek yang dirancang untuk membangun citra sebagai brand fashion nasional, bukan sebagai akronim dari nama suatu wilayah.

“EMBA dipilih melalui proses branding yang matang agar mudah diingat, mudah diucapkan, serta memiliki karakter kuat sebagai merek nasional. Nama ini bukan singkatan dari lokasi tertentu,” tegas manajemen dalam keterangan resminya.

Klarifikasi ini disampaikan setelah perusahaan menemukan semakin banyak informasi yang keliru beredar di ruang digital. Menurut EMBA Group, penyebaran narasi yang tidak berdasar berpotensi menyesatkan masyarakat dan mengaburkan sejarah asli perusahaan yang telah berdiri lebih dari setengah abad.

Meski meluruskan asal-usul nama merek, EMBA Group menegaskan tidak pernah melupakan akar sejarahnya yang berasal dari Kota Malang.

Perjalanan perusahaan dimulai pada 1968, ketika pasangan Bambang Herlambang dan Leonita Ikawati merintis usaha konveksi rumahan bermodal toko kain sederhana serta tiga mesin jahit. Usaha tersebut kemudian berkembang pesat hingga pada 1972 berdiri CV Bambang Brothers Combination (BBC) yang memproduksi pakaian formal.

Momentum besar terjadi pada 1982 saat perusahaan meluncurkan merek EMBA untuk lini pakaian kasual dan jeans. Kehadiran brand tersebut menjadi titik balik yang membawa perusahaan menembus pasar nasional seiring berkembangnya jaringan department store di Indonesia.

Perjalanan bisnis terus berkembang. Pada 1994, perusahaan bertransformasi menjadi EMBA Group sebagai induk berbagai lini bisnis fashion. Hingga 2026, perusahaan telah menginjak usia lebih dari 56 tahun dan tetap bertahan sebagai salah satu pelaku industri fashion nasional.

Kini EMBA Group membawahi sejumlah merek, di antaranya EMBA Classics, EMBA Denim, EMBA Ladies, Twist Kids, Used1968, Morphidae, hingga Footwear EMBA. Seluruh proses produksinya didukung oleh PT Kasih Karunia Sejati sebagai unit manufaktur perusahaan.

Manajemen juga mengajak masyarakat, media massa, maupun platform digital agar mengacu pada informasi resmi perusahaan ketika membahas sejarah maupun identitas merek EMBA.

“Kami tidak pernah melupakan dari mana kami berasal. Setiap produk EMBA merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada kami selama puluhan tahun,” tutup manajemen.

Dengan klarifikasi tersebut, EMBA Group berharap kesalahpahaman mengenai asal-usul nama EMBA tidak lagi terus berulang, sehingga sejarah perusahaan dapat dipahami secara utuh dan akurat oleh masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *