Ekonomi BisnisNasional

Khofifah Bawa Jatim Pecahkan Transaksi Rp12 Triliun di Hong Kong

33
×

Khofifah Bawa Jatim Pecahkan Transaksi Rp12 Triliun di Hong Kong

Share this article
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri East Java Trade and Investment Forum 2026 di Hong Kong. (Foto: Dok. Pemprov Jatim)

Sudutkota.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung East Java Trade and Investment Forum 2026 di Regal Hotel Hong Kong, Kamis (23/7/2026). Misi dagang tersebut membukukan nilai transaksi sebesar Rp12.038.159.976.541, meningkat tajam dibandingkan misi dagang perdana di Hong Kong pada Mei 2023 yang mencatat transaksi sekitar Rp1,1 triliun.

Forum bisnis tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KJRI Hong Kong, pelaku usaha Jawa Timur, calon pembeli, hingga investor dari Hong Kong.

Berbagai produk unggulan Jawa Timur berhasil menarik minat pasar internasional, mulai dari perhiasan emas, hasil perikanan, tisu, rokok, tembakau, produk turunan CPO, alas kaki, kopi, bahan kimia organik, produk tembaga, sarang burung walet, arang, kelapa parut kering, kosmetik, hingga makanan olahan seperti camilan, permen, sambal, bumbu, dan cokelat.

Khofifah mengatakan tingginya nilai transaksi menunjukkan produk-produk Jawa Timur memiliki daya saing di pasar global.

“Hong Kong adalah mitra dagang strategis Jawa Timur. Tingginya permintaan menunjukkan kualitas produk kita sudah diakui dunia,” ujar Khofifah.

Menurutnya, Hong Kong memiliki posisi penting sebagai pusat perdagangan, logistik, dan keuangan internasional sehingga menjadi pintu strategis bagi produk Jawa Timur untuk memperluas pasar ekspor.

Selain memperkuat perdagangan, misi dagang tersebut juga diarahkan untuk menarik investasi baru, memperluas jejaring bisnis, memperkuat rantai pasok, serta membuka peluang transfer teknologi guna meningkatkan daya saing industri di Jawa Timur.

“Kolaborasi dengan investor Hong Kong adalah langkah strategis membuka akses pasar global bagi produk unggulan Jawa Timur,” katanya.

Khofifah menjelaskan Jawa Timur memiliki keunggulan sebagai pusat produksi nasional sekaligus gerbang perdagangan Indonesia bagian timur. Keunggulan tersebut didukung infrastruktur logistik, kawasan industri yang kompetitif, sumber daya manusia berkualitas, serta ekosistem industri yang terus berkembang.

Ia berharap akses pasar bagi produk hortikultura, manufaktur, dan pangan olahan semakin luas sehingga lebih banyak pelaku UMKM Jawa Timur mampu menembus pasar internasional.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengapresiasi investasi PT Sunrise Masami Indonesia asal Hong Kong yang membangun industri pengalengan di Jawa Timur.

Menurutnya, investasi tersebut akan memperkuat rantai pasok nasional, mengurangi ketergantungan impor kemasan kaleng, sekaligus mendukung percepatan hilirisasi sektor perikanan serta industri makanan dan minuman.

Dengan kontribusi Jawa Timur sebesar 14,40 persen terhadap perekonomian nasional dan 25,16 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa, Khofifah optimistis kemitraan dengan Hong Kong akan semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat perdagangan internasional.

“Tujuan kami jelas, yaitu memperluas pasar ekspor, meningkatkan investasi, serta menciptakan lapangan kerja yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Acting Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong, Fithonatul Mar’ati, menyebut forum tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan perdagangan antara Jawa Timur dengan Hong Kong serta kawasan Greater Bay Area.

“Keberhasilan tidak hanya diukur dari penandatanganan MoU, tetapi dari realisasi transaksi, pilot order, investasi, distribusi, hingga transfer teknologi,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menambahkan misi dagang ini merupakan misi ke-8 Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke negara mitra. Produk yang dipromosikan meliputi kopi, rempah-rempah, cokelat, ikan beku, hasil pertanian, kosmetik, garmen, hingga berbagai produk kerajinan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan kerja sama yang terjalin dalam forum tersebut dapat meningkatkan nilai ekspor secara berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *