Sudutkota.id – Upaya pelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi kembali digaungkan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Melalui aspirasi anggota DPR RI, Novita Hardini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp400 Juta untuk pembangunan fasilitas Lapangan Budaya Dongko, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.
Dana tersebut dialokasikan kepada Lembaga Penggiat Budaya Kecamatan Dongko untuk pembangunan gapura dan pagar di kawasan Lapangan Budaya yang berada di Krajan, Desa Dongko. Bantuan ini disebut sebagai bagian dari penguatan infrastruktur budaya sekaligus upaya menjaga ruang ekspresi masyarakat adat dan pelaku seni lokal.
Namun di tengah seremoni bantuan dan pembangunan fisik, muncul pertanyaan mendasar, apakah pelestarian budaya cukup diwujudkan melalui pembangunan pagar dan gapura, sementara ruang hidup kebudayaan sering kali menghadapi persoalan regenerasi, minim dukungan program berkelanjutan, hingga lemahnya perhatian terhadap kesejahteraan pelaku seni tradisi?
Dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026), Novita menyebut Lapangan Budaya Dongko bukan sekadar ruang terbuka, melainkan pusat kreativitas sekaligus penjaga tradisi masyarakat Trenggalek.
“Lapangan Budaya Dongko bukan sekadar ruang terbuka, melainkan episentrum kreativitas dan penjaga api tradisi masyarakat Trenggalek. Pembangunan gapura dan pagar ini adalah langkah awal yang krusial untuk memberikan wajah baru yang lebih representatif, aman, dan membanggakan bagi para pelaku seni serta masyarakat luas,” ujar Novita.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menekankan bahwa investasi di sektor budaya memiliki efek berantai terhadap ekonomi kreatif dan sektor pariwisata daerah. Menurutnya, kebudayaan tidak bisa lagi dipandang sebagai pelengkap pembangunan, melainkan bagian penting dari penggerak ekonomi masyarakat.
Novita menilai sinergi antara legislatif, BUMN, dan komunitas lokal menjadi kunci percepatan pembangunan berbasis akar rumput. Ia memastikan program CSR perusahaan semestinya tidak hanya terserap untuk proyek-proyek seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan pelestarian identitas budaya lokal.
“Kami berharap dengan wajah baru Lapangan Budaya Dongko nanti, semangat generasi muda di Dongko dan sekitarnya untuk nguri-uri budaya Jawa akan semakin terus berjalan. Serta tentu saja, mampu menarik wisatawan dan menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM di sekitar lokasi,” katanya.




















