Sudutkota.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memperkuat kapasitas penanggulangan bencana dengan mengadopsi berbagai praktik terbaik dari Jepang. Hasil pembelajaran tersebut disampaikan BPBD Jatim pada Jumat (26/6/2026) sebagai tindak lanjut keikutsertaan dalam forum internasional manajemen krisis yang digelar di Negeri Sakura.
Pembelajaran tersebut diperoleh saat delegasi BPBD Jawa Timur mengikuti The 10th International Conference on Integrated Crisis Management di Chiba Institute of Science (CIS), Jepang, pada Sabtu (13/6/2026).
Delegasi BPBD Jawa Timur terdiri atas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Satriyo Nurseno, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Galih Perwira Kusuma, Ketua Tim Pusdalops Muhammad Amrul, Analis SDM Aparatur Ahli Pertama Dino Andalananto, serta Kepala UPT PPK BPKAD Provinsi Jawa Timur Marta Mukti Widodo.
Dalam forum tersebut, Chiba Institute of Science juga menyerahkan bantuan berupa kamera dan panel surya (solar panel) untuk mendukung operasional sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pada sesi kuliah utama, Visiting Professor CIS Hirotaka Yamashita memaparkan materi bertajuk Japan’s Security as Seen from the Iran and Ukraine Wars yang mengulas tantangan keamanan Jepang di tengah dinamika konflik global.
Sementara itu, Dewan Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mu’man Nuryana, bersama Associate Professor Faculty of Risk and Crisis Management CIS Hitoshi Igarashi menekankan pentingnya penerapan Incident Command System (ICS) dalam penanganan bencana berskala besar.
“Penanganan bencana berskala besar memerlukan koordinasi yang terstandarisasi melalui Incident Command System agar berbagai organisasi, relawan, dan lembaga dapat bekerja sebagai satu tim,” ujar Mu’man Nuryana dalam keterangan yang diterima, Jumat (26/6/2026).
Dalam sesi diskusi panel, Profesor University of Human Arts and Sciences Hiromitu Sato memaparkan pengalaman Jepang dalam menghadapi berbagai jenis krisis.
“Pengalaman Jepang menunjukkan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan, tidak hanya fokus pada penyelamatan korban dan pemulihan infrastruktur,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan keikutsertaan BPBD Jatim dalam forum internasional tersebut menjadi peluang strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas jejaring kerja sama di bidang kebencanaan.
“Kami memperoleh banyak pembelajaran mengenai penguatan sistem komando, koordinasi lintas sektor, pengelolaan risiko, serta pentingnya membangun budaya kesiapsiagaan masyarakat. Pengalaman Jepang dalam menghadapi berbagai bencana menjadi referensi berharga untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di Jawa Timur,” ujar Satriyo.
Ke depan, BPBD Jawa Timur dan Chiba Institute of Science berkomitmen melanjutkan kolaborasi melalui berbagai program, termasuk pendidikan, pengembangan kapasitas, dan beasiswa. Diskusi panel juga menghadirkan Kunihiro Mimura dari Tokyo Healthcare University, Tamotsu Shinozuka dari CIS, serta Hidehiro Kimura dan Hiroya Toda yang membahas penguatan sistem manajemen krisis terpadu di berbagai sektor.




















