Peristiwa

Bayi Perempuan Dibuang dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi, Kini Polisi Buru Pelaku

11
×

Bayi Perempuan Dibuang dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi, Kini Polisi Buru Pelaku

Share this article
Bayi Perempuan Dibuang dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi, Kini Polisi Buru Pelaku
Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polres Malang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan jasad bayi perempuan yang ditemukan di dalam kardus di area perkebunan tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.(foto:sudutkota.id/Humas Polres Malang)

Sudutkota.id – Kasus penemuan jasad bayi kembali mengguncang Kabupaten Malang. Seorang bayi perempuan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kardus yang ditinggalkan di area perkebunan tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi.

Saat ini, Satreskrim Polres Malang bersama Polsek Gondanglegi masih memburu pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.

Peristiwa yang mengundang keprihatinan warga itu terjadi pada, Selasa (9/6/2026), sekitar pukul 16.00 WIB. Jasad bayi pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari rumput di sekitar area perkebunan tebu tidak jauh dari permukiman penduduk.

Saat menyusuri area kebun, saksi melihat sebuah kardus yang tergeletak di pinggir perkebunan. Karena merasa curiga, ia mendekati dan memeriksa isi kardus tersebut. Betapa terkejutnya saksi ketika menemukan seorang bayi perempuan dalam kondisi sudah tidak bergerak.

Temuan itu langsung dilaporkan kepada warga sekitar, perangkat desa, dan pihak kepolisian. Tak lama berselang, personel Polsek Gondanglegi, tim medis, serta Unit Inafis Satreskrim Polres Malang tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar membenarkan adanya penemuan jasad bayi tersebut. Menurutnya, proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap identitas korban sekaligus mencari pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Saksi saat itu hendak mencari rumput di area sekitar rumahnya. Ketika berada di dekat perkebunan tebu, saksi melihat sebuah kardus dan mendapati seorang bayi perempuan dalam kondisi tidak bergerak di dalamnya,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, bayi perempuan tersebut ditemukan berada di dalam kardus dengan tubuh terbungkus kain tekstil berwarna cokelat-hitam dan mengenakan jaket merah. Sejumlah barang yang ditemukan bersama korban turut diamankan sebagai barang bukti untuk mendukung proses penyelidikan.

“Korban ditemukan terbungkus kain dan berada di dalam kardus. Sejumlah barang yang ditemukan di lokasi telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Hingga kini, identitas bayi tersebut masih belum diketahui. Polisi juga masih menelusuri kemungkinan keberadaan orang tua maupun pihak yang diduga membuang korban di lokasi kejadian.

Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, penyidik telah berkoordinasi dengan tim Inafis dan tenaga medis. Polres Malang juga mengajukan permohonan autopsi guna mendapatkan hasil pemeriksaan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan telah berkoordinasi dengan tim Inafis serta tenaga medis. Untuk memastikan penyebab kematian, penyidik juga mengajukan permohonan autopsi sehingga hasilnya dapat diketahui secara ilmiah dan objektif,” jelas Bambang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi di lokasi, petugas belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang terlihat secara kasat mata pada tubuh korban.

Meski demikian, polisi menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih terbuka dan belum dapat menyimpulkan penyebab kematian sebelum hasil autopsi keluar.

“Kami belum dapat berspekulasi mengenai penyebab kematian. Semua kemungkinan masih didalami dan menunggu hasil autopsi serta pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Saat ini, Satreskrim Polres Malang terus mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri barang bukti yang ditemukan di lokasi, serta melakukan serangkaian langkah penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan pelaku pembuangan bayi tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa itu agar segera melapor. Aparat berharap dukungan masyarakat dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus yang menyita perhatian publik tersebut, sekaligus memberikan keadilan bagi bayi malang yang ditemukan tak bernyawa di tengah hamparan kebun tebu Gondanglegi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *