Sudutkota.id – Gelombang baru semangat pelestarian budaya lokal menggema di jantung Kota Malang. Malang Town Square, Sabtu (25/10/2025), berubah menjadi ruang apresiasi budaya ketika ratusan warga menyaksikan paduan pesona Lomba Batik & Kebaya yang menghadirkan sentuhan tradisi dalam nuansa modern.
Ajang ini merupakan hasil kolaborasi antara Putri Citra Indonesia Malang Raya dan Yayasan Argadia di bawah arahan Rieka, yang menggandeng sejumlah pengrajin batik lokal. Tak sekadar parade busana, acara ini menampilkan potensi besar industri kreatif Malang yang terus berkembang di tengah gempuran tren global.
Salah satu daya tarik utama acara ini ialah live batik performance dari komunitas Hamparan Rintik yang dikomandoi Fito. Pengunjung diajak menyaksikan langsung proses pembuatan batik, dari pola hingga pewarnaan, yang menunjukkan betapa rumit dan indahnya seni warisan leluhur ini.
“Anak muda sekarang mulai melihat batik bukan sekadar pakaian tradisional, tapi karya seni yang bisa dikembangkan secara kreatif,” ujar Rieka, perwakilan Yayasan Argadia, saat ditemui di sela acara.
Gelaran ini terbagi ke dalam beberapa kategori, mulai dari Duta Batik Citra Indonesia Malang Raya untuk usia cilik (5–9 tahun), remaja (10–16 tahun), hingga Lomba Kebaya Ibu-Ibu dengan kategori hijab dan nonhijab.
Setiap peserta menampilkan busana hasil rancangan yang memadukan corak khas Malang dengan desain kontemporer, menunjukkan bahwa warisan budaya bisa tampil trendi dan berdaya jual tinggi.
Selain ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi wadah promosi bagi para UMKM dan pengrajin batik Malang Raya. Puluhan perajin seperti Batik Blimbing, Batik Urban, Batik Telang Arjowinangun, hingga Batik Ciprat Disabilitas Arjowinangun–Bumiayu turut ambil bagian.
Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa sektor kriya dan fashion lokal dapat menjadi penopang ekonomi daerah jika terus diberi ruang tampil dan berkembang.
Para pemenang tidak hanya membawa pulang sertifikat, trofi, dan hadiah uang tunai, tetapi juga berhak mewakili Malang di ajang tingkat nasional. Kesempatan ini diharapkan membuka jalan bagi talenta lokal untuk dikenal lebih luas, sekaligus memperkuat posisi Malang sebagai kota kreatif berbasis budaya.
Gelaran di Malang Town Square ini menjadi contoh nyata bagaimana tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Melalui sentuhan kreatif generasi muda dan kolaborasi lintas sektor, batik dan kebaya tak hanya lestari, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan serta potensi ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Malang.





















