Sudutkota.id – Usai sidak Komisi B DPRD Kota Malang yang menemukan tembok retak di lantai 3 sisi timur Pasar Besar Matahari, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat akhirnya angkat bicara. Ia memastikan penanganan akan dilakukan cepat namun tetap berbasis kajian teknis agar tidak menimbulkan risiko baru.
Menurut Wahyu, kondisi retakan yang terlihat secara kasat mata memang mengkhawatirkan. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan penanganan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa tanpa analisis struktur bangunan secara menyeluruh.
“Yang jelas kita tidak bisa langsung mengambil tindakan tanpa melihat kondisi konstruksinya. PUPR-PKP akan mengecek secara menyeluruh agar tidak berdampak ke bagian lain,” tegasnya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (15/4).
Ia menjelaskan, dalam konstruksi bangunan, setiap bagian saling berkaitan. Sehingga, pembongkaran tanpa perhitungan justru bisa memperparah kerusakan dan berpotensi menimbulkan bahaya yang lebih besar.
“Kalau sekadar bongkar itu mudah, tapi dampaknya bagaimana. Itu yang harus kita pikirkan. Jangan sampai niatnya memperbaiki malah merusak struktur yang lain,” ujarnya.
Wahyu juga menyinggung bahwa dokumen perencanaan seperti Detail Engineering Design (DED) sebenarnya sudah ada. Namun, kondisi aktual di lapangan, terutama di tengah musim hujan membuat beban bangunan bisa bertambah dan memicu tingkat kerawanan yang lebih tinggi.
“DED sudah ada, tapi kondisi sekarang harus kita lihat lagi. Apalagi musim hujan, beban bertambah. Ini yang harus kita antisipasi dengan serius,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa situasi ini masuk kategori darurat. Oleh karena itu, langkah awal yang akan dilakukan adalah mengamankan area terdampak untuk mencegah risiko terhadap pedagang dan pengunjung.
“Ini darurat. Tahap pertama kita amankan dulu. Jangan sampai ada aktivitas di area yang berisiko,” tegas Wahyu.
Setelah pengamanan dilakukan, Pemkot Malang akan segera menentukan langkah lanjutan berdasarkan hasil kajian teknis dari Dinas PUPR-PKP, apakah perlu pembongkaran, penguatan struktur, atau penanganan lainnya.
Terkait target waktu, Wahyu memastikan proses penanganan awal akan mulai dilakukan dalam waktu dekat.
“Insya Allah minggu ini kita mulai. Yang penting sekarang kita amankan dulu, setelah itu langsung kita tindak lanjuti,” tandasnya.
Sebelumnya, Komisi B DPRD Kota Malang mendesak agar bagian tembok retak serta pot yang diduga menjadi penyebab beban berlebih segera dibongkar. Bahkan, dewan memberikan peringatan keras agar tidak terjadi korban jiwa jika penanganan terlambat.
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Malang kini berada di bawah tekanan untuk bergerak cepat. Di satu sisi harus memastikan keselamatan publik, di sisi lain tetap menjaga agar langkah penanganan tidak menimbulkan dampak struktural yang lebih luas di Pasar Besar Matahari.





















