Daerah

Puskesmas Dinoyo Kota Malang Jadi Percontohan Layanan Dokter Spesialis

8
×

Puskesmas Dinoyo Kota Malang Jadi Percontohan Layanan Dokter Spesialis

Share this article
Puskesmas Dinoyo Kota Malang Jadi Percontohan Layanan Dokter Spesialis
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan USG (ultrasonografi) kepada pasien di Puskesmas Dinoyo, Kota Malang, sebagai bagian dari layanan kesehatan ibu dan anak serta deteksi dini kondisi kehamilan.(foto:sudutkota.id/istimewa)

Sudutkota.idPemerintah Kota Malang terus memperkuat upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), sekaligus mempercepat penanganan stunting melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat puskesmas.

Salah satu langkah konkret yang kini dijalankan adalah Program Pendampingan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Dokter Spesialis Anak di Puskesmas Dinoyo.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Malang untuk mendekatkan layanan kesehatan spesialis kepada masyarakat sekaligus memastikan ibu hamil, terutama yang memiliki risiko tinggi, mendapatkan penanganan sejak dini tanpa harus menunggu kondisi memburuk.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, Rabu (10/6/2026), mengatakan bahwa Puskesmas Dinoyo menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program pendampingan dokter spesialis yang melibatkan kolaborasi antara puskesmas dengan rumah sakit pengampu.

Menurutnya, kehadiran dokter spesialis di fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan bentuk penguatan pelayanan kesehatan primer yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.

“Melalui program ini kami ingin memastikan bahwa ibu hamil, khususnya yang memiliki faktor risiko, dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan komprehensif. Dengan demikian berbagai potensi komplikasi dapat dideteksi lebih awal,” ujar Husnul.

Ia menjelaskan, selama ini penanganan kasus kehamilan risiko tinggi sering kali membutuhkan koordinasi dan rujukan ke rumah sakit. Namun melalui program pendampingan tersebut, dokter spesialis dapat memberikan pemeriksaan, konsultasi, serta pendampingan langsung di puskesmas sehingga proses penanganan menjadi lebih efektif.

Dalam pelaksanaannya, ibu hamil yang telah teridentifikasi memiliki faktor risiko berdasarkan hasil skrining tenaga kesehatan akan mendapatkan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis kandungan.

Pemeriksaan tersebut meliputi pemantauan kondisi ibu, perkembangan janin, hingga evaluasi kemungkinan adanya komplikasi yang dapat membahayakan keselamatan ibu maupun bayi.

Selain dokter spesialis kandungan, program tersebut juga melibatkan dokter spesialis anak untuk memastikan kondisi kesehatan bayi dapat dipantau sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan. Langkah ini dinilai penting karena kesehatan ibu dan bayi merupakan faktor utama dalam upaya pencegahan stunting.

Husnul menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak dimulai ketika anak sudah lahir, melainkan sejak masa kehamilan. Karena itu, kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Malang.

“Kesehatan ibu selama masa kehamilan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Jika faktor risiko bisa diketahui lebih awal dan ditangani dengan baik, maka risiko stunting, kematian bayi maupun kematian ibu dapat ditekan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa program pendampingan spesialis juga bertujuan memperkuat sistem rujukan yang selama ini dijalankan antara puskesmas dan rumah sakit. Dengan adanya koordinasi yang lebih intensif, pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera dirujuk sesuai kebutuhan medisnya.

Menurut Husnul, berbagai kondisi seperti hipertensi dalam kehamilan, anemia, gangguan pertumbuhan janin, risiko persalinan prematur hingga masalah kesehatan bayi dapat terdeteksi lebih cepat melalui pemeriksaan yang dilakukan secara terintegrasi.

Program tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Malang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain memberikan kemudahan akses bagi warga, layanan spesialis di puskesmas juga diharapkan mampu mengurangi keterlambatan penanganan kasus-kasus kehamilan berisiko tinggi yang berpotensi menyebabkan kematian ibu maupun bayi.

Dinas Kesehatan Kota Malang berharap model layanan yang diterapkan di Puskesmas Dinoyo dapat semakin memperkuat upaya penurunan AKI dan AKB di Kota Malang.

Di sisi lain, program tersebut juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan target penurunan prevalensi stunting melalui intervensi yang dilakukan sejak masa kehamilan.

“Kami ingin memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan terbaik. Karena membangun generasi yang sehat dan bebas stunting harus dimulai sejak dalam kandungan. Di sinilah pentingnya kolaborasi antara puskesmas, rumah sakit dan seluruh tenaga kesehatan,” pungkas Husnul.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *