KOTA MALANG, Sudutkota.id – Proyek peningkatan jalan di kawasan Pasar Gadang dan Jalan Gadang-Bumiayu, Kota Malang, belum sepenuhnya rampung meski progres pekerjaan diklaim telah mencapai 82 persen.
Sejumlah pekerjaan masih tersisa, mulai dari pengaspalan di beberapa titik hingga pembetonan yang belum menjangkau seluruh ruas jalan.
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Malang kini berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan proyek tersebut. Terlebih, hujan yang mulai mengguyur berpotensi menghambat pekerjaan, sementara target penyelesaian dipercepat menjadi sekitar 20 November 2026.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPR-PKP Kota Malang, Kristian Bagus, mengatakan sisa pekerjaan di Jalan Pasar Gadang berada di sisi barat dengan panjang sekitar 200 meter. Sementara di Jalan Gadang-Bumiayu, pekerjaan pengaspalan masih harus dilakukan di sekitar jembatan dan ruas jalan di sisi barat.
“Kalau yang di Jalan Pasar Gadang, itu tinggal yang di sisi barat kurang lebih 200 meteran. Kemudian kalau yang Jalan Gadang-Bumiayu, itu nanti yang area jembatan dikeruk aspalnya, ganti aspal baru di sisi timur itu. Yang sisi barat kurang lebih 150 meter itu aspalnya juga baru,” ujar Bagus, Kamis (29/10/2026).
Tak hanya pengaspalan, pembetonan Jalan Gadang-Bumiayu juga belum selesai seluruhnya. Untuk sementara, pengerjaan beton baru dilakukan pada ruas yang mengarah ke barat, sedangkan bagian timur masih menunggu penyelesaian.
“Pembetonan yang Jalan Gadang-Bumiayu itu belum semua, masih ke arah barat saja. Yang arah timur belum,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat penyelesaian proyek menjadi pekerjaan yang harus dikejar dalam waktu terbatas. Apalagi, pekerjaan jalan tidak bisa dilakukan secara maksimal ketika hujan turun, sehingga ketersediaan waktu kerja sangat menentukan tercapainya target.
Bagus menyebut percepatan penyelesaian proyek merupakan arahan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Pemerintah kota menargetkan pekerjaan rampung sekitar 20 November 2026, lebih cepat dari batas akhir kontrak pada 28 November 2026.
“Targetnya sesuai arahan Pak Wali Kota kemarin 20-an November nanti. Kami kejar itu. Kalau di kontraknya terakhir 28 November. Lebih cepat arahannya Pak Wali, untuk evaluasi,” tegasnya.
Namun, target tersebut berhadapan dengan tantangan cuaca. Hujan menjadi kendala karena pekerjaan tertentu harus dihentikan sementara hingga kondisi memungkinkan untuk dilanjutkan.
“Iya, kalau hujan tidak bisa dikerjakan. Kami juga berpacu dengan hujan. Tunggu sampai reda baru digelar lagi,” ungkap Bagus.
Karena itu, capaian 82 persen belum berarti seluruh pekerjaan utama selesai. Sisa pengaspalan dan pembetonan harus dituntaskan sesuai tahapan agar jalan dapat segera digunakan secara optimal, terutama menjelang meningkatnya intensitas hujan.
Selain memperbaiki permukaan jalan, proyek ini juga diarahkan untuk mengurangi persoalan genangan yang selama ini menjadi perhatian di kawasan Pasar Gadang. Kristian menjelaskan, ketinggian jalan ditambah sekitar 30 sentimeter dan dilengkapi saluran air di sisi kanan maupun kiri.
“Ketinggiannya sama, bertambah 30 senti. Dengan ketinggian itu harapannya bisa mengurangi banjir, karena juga ada saluran air di kanan-kiri. Yang di Jalan Pasar Gadang itu di ujung timur ada saluran juga, baru semua,” terangnya.
Meski demikian, efektivitas peninggian jalan dan saluran drainase tersebut akan sangat bergantung pada kondisi di lapangan ketika hujan turun. Peninggian permukaan jalan tidak serta-merta menjamin genangan hilang apabila aliran air tidak lancar atau saluran tersumbat.
Dengan demikian, hasil pembangunan nantinya tidak cukup diukur dari selesainya betonisasi dan pengaspalan. Kemampuan saluran mengalirkan air serta pemeliharaan drainase juga menjadi faktor penting untuk memastikan manfaat proyek benar-benar dirasakan masyarakat.
Selama pengerjaan berlangsung, pengguna jalan masih harus menyesuaikan diri dengan pengaturan arus kendaraan. Ruas dari arah timur ke barat sudah dapat dilewati melalui beton baru, sedangkan arus dari barat ke timur masih menggunakan pengaturan bergantian karena pembetonan belum tuntas.
“Sementara ini yang dari arah timur ke barat itu sudah pakai beton baru. Sudah bisa dilewati. Tetapi kalau yang dari barat ke timur baru satu ruas yang dibeton, maka bergantian,” kata Bagus.
Setelah seluruh pekerjaan selesai, kendaraan direncanakan dialihkan menggunakan beton baru di sisi selatan. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dilakukan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama proyek berlangsung.
Pengaturan tersebut menjadi penting karena kawasan Pasar Gadang merupakan salah satu pusat aktivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat. Pekerjaan yang belum tuntas tidak hanya berdampak pada akses kendaraan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas pedagang dan warga apabila tidak dikelola dengan baik.
Kristian mengakui adanya keluhan warga perumahan yang merasa akses jalannya ditutup hingga disebut berlangsung selama satu minggu. Namun, ia menegaskan penutupan tersebut tidak berlangsung selama yang dikeluhkan.
“Kemarin ada warga perumahan yang sempat mengeluh karena jalannya ditutup, katanya sampai satu minggu. Padahal tidak sampai satu minggu,” ujarnya.
Ia berharap setelah jalan selesai dibeton, persoalan permukaan becek saat musim hujan dapat berkurang karena ruas jalan sudah memiliki permukaan yang lebih baik.
Di tengah penyelesaian proyek, PUPR-PKP juga mengingatkan pedagang dan masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air. Imbauan ini menjadi penting karena drainase yang baru dibangun atau diperbaiki akan kehilangan fungsinya apabila aliran air terhambat sampah.
Kristian menyebut, saat Wali Kota Malang melakukan inspeksi mendadak (sidak), ditemukan sampah yang dibuang ke saluran. Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama karena kawasan tersebut segera menghadapi musim hujan.
“Tetapi nanti tolong agar pedagang dan masyarakat mengantisipasi tidak membuang sampah ke saluran. Karena waktu Pak Wali sidak kemarin ada yang sudah buang sampah ke saluran. Arahannya Pak Wali itu, jangan sampai pedagang buang sampah di saluran. Apalagi ini mau musim hujan. Nanti buntu,” pungkas Kristian Bagus.





















