Daerah

Sumur Bor Mulai Mengering hingga Air Pamsimas Rusak, 700 Warga Plandaan Jombang Kesulitan Air Bersih

18
×

Sumur Bor Mulai Mengering hingga Air Pamsimas Rusak, 700 Warga Plandaan Jombang Kesulitan Air Bersih

Share this article
Sumur Bor Mulai Mengering hingga Air Pamsimas Rusak, 700 Warga Plandaan Jombang Kesulitan Air Bersih
Warga Jombang saat mengais air dari kubangan sungai yang sudah mengering.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Krisis air bersih masih melanda Dusun Brangkal dan Dusun Jipurapah, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) atau sekitar 700 jiwa terdampak kesulitan air bersih selama hampir satu bulan terakhir. Warga terpaksa mengambil air dari sungai setelah pasokan dari sumur bor mulai mengering.

Kepala Dusun Brangkal, Suwoto, mengatakan kesulitan air bersih dirasakan warga sejak awal Oktober 2026. Wilayah yang paling terdampak berada di RT 1, disusul RT 2 dan RT 4.

“Ada 150 kepala keluarga (KK) dari 700 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air,” kata Suwoto, Rabu (28/10/2026).

Menurut dia, warga biasanya masih mengandalkan sumur bor di rumah masing-masing saat musim kemarau. Namun, kondisi saat ini membuat pasokan air semakin sulit diperoleh sehingga sebagian warga terpaksa mencari air ke sungai.

“Biasanya saat kemarau panjang warga masih mengandalkan sumur bor di rumah masing-masing. Sekarang airnya mulai sulit, jadi warga mengambil air ke sungai,” jelasnya.

Kesulitan air bersih di Dusun Brangkal juga diperparah oleh belum optimalnya fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Suwoto menyebut air dari fasilitas tersebut terasa asin sejak awal dibangun sehingga tidak layak digunakan warga. “Sejak dibangun airnya asin. Jadi tidak layak digunakan warga,” ungkapnya.

Kondisi itu membuat warga belum memiliki alternatif pasokan air komunal yang dapat diandalkan ketika sumur pribadi mulai mengering. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga masih bergantung pada bantuan distribusi air bersih.

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang telah menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak di Desa Jipurapah. Bantuan tersebut dikirim menggunakan dua tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas, melalui Supervisor BPBD Jombang, Stevy Maria, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara berkala untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.

“Per hari ini kami sudah luncurkan dua tangki air ke sana,” kata Stevy.

Untuk Desa Jipurapah, BPBD mengerahkan dua tangki air dengan total kapasitas 10.000 liter setiap dua hari sekali. “Kita kirim 10.000 liter setiap dua hari sekali untuk warga,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Sri Rahayu, mengaku belum menerima laporan resmi mengenai kondisi fasilitas air bersih di wilayah Plandaan.

“Untuk yang di Dusun Brangkal dan Dusun Jipurapah, sampai sekarang kami belum mendapatkan laporan,” ungkap Sri, Rabu (28/10/2026).

Meski demikian, Dinas Perkim Jombang berencana melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi fasilitas air bersih, termasuk kemungkinan adanya kerusakan sarana.

“Nanti akan kami cek langsung ke lapangan untuk mengetahui bagaimana kondisinya,” katanya.

Menurut Sri, pemeriksaan diperlukan untuk mengidentifikasi bagian fasilitas yang mengalami gangguan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Kami harus melihat dulu kondisi di lapangan. Kalau memang ada kerusakan, tentu perlu diketahui bagian mana yang mengalami gangguan,” jelasnya.

Dia juga mengimbau masyarakat dan pemerintah desa agar segera melaporkan kerusakan fasilitas air bersih kepada dinas terkait. Dengan begitu, kondisi sarana dapat diketahui lebih cepat dan penanganan bisa segera dilakukan.

“Harapannya kalau ada kerusakan segera dilaporkan ke dinas. Jadi, kami bisa segera mengetahui dan melakukan penanganan,” pungkasnya.

Hingga kini, warga terdampak masih membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengecekan fasilitas air bersih oleh Dinas Perkim diharapkan dapat membantu mengidentifikasi persoalan yang terjadi di wilayah tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *